> >

Penjelasan BNPB soal Korban Jiwa Gempa Bumi Cianjur: 12 Jam Pertama Sinkronisasi Data Perlu Waktu

Peristiwa | 21 November 2022, 18:22 WIB
Dalam waktu 12 jam pertama kondisi darurat seperti gempa bumi, data korban terdampak membutuhkan sinkronisasi, untuk mengetahui jumlah validnya. (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Dalam waktu 12 jam pertama kondisi darurat seperti gempa bumi, data korban terdampak membutuhkan sinkronisasi, untuk mengetahui jumlah validnya.

Penjelasan itu disampaikan oleh Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menanggapi pernyataan Bupati Cianjur tentang jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi M 5,6 di wilayah itu.

“Dari yang disampaikan oleh Bupati Cianjur, korban terakhir itu 46 jiwa meninggal dunia, dan 700 luka-luka di RSUD Cianjur,” jelasnya dalam Breaking News Kompas TV, Senin (21/11/2022).

“Memang pada 12 jam pertama kondisi darurat seperti ini, sinkronisasi data akan memerlukan waktu,” lanjutnya.

Baca Juga: Pasca Gempa Cianjur, Warga Diminta Waspadai Titik Rawan Longsor dan Tanah Bergerak

Muhari menambahkan, rencananya besok pagi, Selasa (22/11/2022), Kepala BNPB Suharyanto akan berangkat ke lokasi terdampak gempa bumi.

“Kepala BNPB juga besok akan mengunjungi lokasi terdampak untuk segera mendorong daerah mengaktivasi posko tanggap darurat.”

“Karena di data kami, di Pusdalops BNPB, per pukul 16.33, laporan dari BPBD setempat, Kabupaten Cianjur, Kota Cianjur, dan Sukabumi, angkanya masih di 17 orang meninggal dunia, 24 orang tertimbun reruntuhan, dan 19 orang warga luka-luka,” urainya.

Meski demikian, Muhari menyebut bahwa jika ada update data jumlah korban dari kepala daerah, pihaknya akan memegang data yang disampaikan oleh kepala daerah tersebut.

“Tetapi, tentu saja kalau ada update dari pimpinan daerah, kita akan memegang data yang disampaikan oleh pimpinan daerah.”

 

Sebelumnya, Kompas TV memberitakan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerbitkan sejumlah imbauan untuk warga di wilayah yang terdampak gempa bumi pada Senin (21/11/2022).

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, pihaknya mengimbau pemerintah daerah dan warga meningkatkan kewaspadaan.

“BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bahaya gempa bumi,” jelasnya melalui keterangan tertulis, terkait gempa bumi dengan magnitude (M) 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Muhari menambahkan, gempa bumi tersebut dirasakan warga Jakarta dan sekitarnya. Warga di Cianjur merasakan guncangan cukup kuat selama 10 – 15 detik.

Sementara, pusat gempa berada di darat 10 km barat daya Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Fenomena ini terjadi pada Senin (21/11), pukul 13.21 WIB.

Kepada warga di wilayah terdampak gempa bumi, BNPB mengimbau agar mereka melakukan pengecekan struktur bangunan.

Baca Juga: Akses Jalan Menuju Kecamatan Cugenang Lumpuh Pasca Gempa Cianjur, Warga Belum Terjangkau Bantuan!

“Warga di wilayah terdampak gempa dapat melakukan pengecekan struktur bangunan apabila ingin memasuki rumahnya kembali.”

“Pastikan tidak ada kerusakan struktur seperti kerusakan tiang rumah, kuda-kuda atap, dan kerusakan struktur lainnya,” lanjutnya.

Di samping itu, lanjut Muhari, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dengan terus mengikuti pemutakhiran data dari instansi berwenang.

 

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU