> >

Moeldoko Sebut Banyak Kepala Negara Asing Ingin Bertemu Jokowi: Hebatnya Presiden Kita

Peristiwa | 14 November 2022, 05:17 WIB
Moeldoko menjelaskan, para kepala negara asing banyak yang ingin bertemu Presiden Joko Widodo. (Sumber: istimewa)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menjelaskan, para kepala negara asing banyak yang ingin bertemu Presiden Joko Widodo di sela-sela pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, 15-16 November 2022.

Kata Moeldoko, hal itu membuat Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi kesulitan mengurus jadwal permintaan pertemuan.

"Ini hebatnya Presiden kita ini ya semuanya sudah terjadwal sebenarnya, tapi banyak sekali yang menginginkan minta waktu kepada Pak Jokowi ini, Presiden kita ini. Kita mesti bangga Presiden kita di mata para kepala negara luar itu luar biasa. Sampai kesulitan untuk Menlu mengurusnya," ujar Moeldoko di Media Center G20, BICC, Nusa Dua, Minggu (13/11/2022) dikutip dari Kompas.com.

"Berikutnya juga pesawat-pesawat delegasi yang ingin mendarat di sini dari beberapa negara juga ingin minta dispensasi. Tetapi ya semuanya sudah dipikirkan apa direncanakan sehingga nanti mungkin ada tidak bisa terpenuhi," lanjutnya.

Namun saat ditanya berapa banyak kepala negara yang ingin bertemu Presiden Jokowi, Moeldoko belum bisa memastikan.

Baca Juga: Detik-detik Kedatangan Presiden AS Joe Biden di Bali untuk Hadiri KTT G20

"KTT Ini menurut saya pertemuan terbesar di luar (KTT) APEC ya. Dulu kita bicara APEC, sekarang G20. Saya pikir ini pertemuan cukup besar oleh kepala-kepala negara yang punya reputasi, negara yang gede, ini sebuah momentum sangat bagus untuk menggalang peaceful kedamaian dunia," jelasnya.

Presiden Jokowi sendiri akan tiba di Bali pada Minggu setelah menempuh perjalanan dari Phnom Penh, Kamboja. Sejak 9 November hingga hari ini Kepala Negara berada di Kamboja untuk menghadiri KTT ASEAN.

Sementara itu, Menlu Retno Marsudi sebelumnya sempat mengatakan, tiga kepala negara anggota G20, yakni Rusia, Brasil dan Meksiko tidak hadir secara langsung di Bali saat pelaksanaan KTT G20.

"Dari negara G20, Presiden Meksiko (Andres Manuel Lopez Obrador) yang tidak dapat hadir di Bali akan diwakili oleh Menlu Meksiko (Marcelo Ebrard)," ujar Retno.

Penulis : Kiki Luqman Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU