> >

Kesaksian Ketua RT Soal Satu Keluarga Tewas di Kalideres, Terakhir Berkomunikasi September 2022

Peristiwa | 12 November 2022, 17:18 WIB
Ketua RT, A Siung, memberikan keterangan kepada KOMPAS TV soal kasus penemuan empat mayat sekeluarga di Kalideres, Jakarta Barat, pada Jumat (11/11/2022). Keempat mayat ditemukan pada Kamis (10/11/2022). (Sumber: Tangkapan layar tayangan KOMPAS TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Kasus satu keluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat, yang jasadnya ditemukan pada Kamis (10/11/2022) malam masih menyisakan misteri.

Ketua RT setempat, Asiung, pun bercerita soal detik-detik penemuan jasad satu keluarga yang tewas di dalam rumah itu.

Menurut Asiung, sebelum polisi datang, ia sempat mengintip kondisi di dalam rumah tersebut. Alasannya, ada bau menyengat yang muncul dari arah rumah itu.

“Saya sempat mendobrak karena baunya sudah menyengat, saya lihat dari sisi jendela ada satu jenazah berkaus putih, saya ke luar dan minta rekan mengabari polisi,” ujarnya, Sabtu (12/11/2022) dalam program Kompas TV

Baca Juga: Pihak Keluarga 4 Jenazah di Rumah Kalideres Penuhi Panggilan Polisi Jalani Pemeriksaan.

Jarak rumah Asiung dengan rumah keluarga yang tewas itu berdekatan, di seberang dan hanya dibatasi dengan taman.

Menurut Asiung, keluarga tersebut memang terdata sebagai warganya. Namun, keluarga itu sangat tertutup.

Sekalipun sudah 20 tahun tinggal di lingkungan itu, akan tetapi keluarga yang tewas tersebut jarang berkomunikasi dengan warga lainnya.

 

Ia berkomunikasi dengan anggota keluarga itu terakhir kali pada 5 September lalu via WhatsApp.

Ketika itu, ia menanyakan perihal iuran wajib bulanan yang belum dibayar keluarga itu sejak Agustus 2022.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, satu keluarga beranggotakan empat orang yang ditemukan tewas di sebuah rumah di Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (10/11), dilaporkan meninggal pada waktu yang berbeda-beda.

Baca Juga: Cerita Tetangga yang Sempat Bertemu Salah Satu Keluarga Kalideres yang Tewas Mengering!

Menurut Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pasma Royce, hasil pemeriksaan tim dokter forensik RS Polri Kramat Jati menyimpulkan keempat korban meninggal di waktu yang berbeda karena setiap jenazah mengalami tingkat kebusukan yang berbeda.

Penulis : Switzy Sabandar Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU