> >

Hari Ini, Mendagri Bakal Lantik PJ Gubernur 3 Provinsi Baru Papua

Peristiwa | 11 November 2022, 06:25 WIB
Peta provinsi Papua, kini jadi 5 provinsi (Sumber: Tribunnews)

 

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pada hari ini, Jumat (11/11/2022),  akan melantik Penjabat Gubenur (Pj) gubenur pemekaran 3 provinsi baru Papua.

Yakni Pj Gubernur Papua Selatan, PJ Gubernur Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

Pelantikan itu dikonfirmasi oleh Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Benny Irwan .

"Betul mas,” ujar Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Benny Irwan saat dihubungi, Kamis, (10/11/2022) malam dilansir Tribunnews. 

Kemendagri dikabarkan akan melantik tiga penjabat gubernur daerah otonomi baru Papua di Jakarta pada Jumat (11/11/2022).

Ketiga nama yang akan dilantik tersebut telah lolos seleksi oleh tim penilai akhir (TPA). Ketiga nama calon Pj tersebut berasal dari kalangan sipil dan merupakan putera asli Papua.

Ketiga nama yang akan dilantik tersebut telah lolos seleksi oleh tim penilai akhir (TPA).

Mereka yang bakal dilantik tersebut ialah Rektor Universitas Cendrawasih Papua Apolo Safanpo untuk Pj Gubernur Papua Selatan.

 

Kemudian Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Nikolaus Kondomo untuk Pj Gubernur Papua Pegunungan dan Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Papua Ribka Haluk untuk Pj Gubernur Papua Tengah.

Pemekaran 3 Provinsi baru di Papua ini telah disahkan dalam rapat paripurna DPR RI pada 30 Juni 2022. 

Baca Juga: Mahfud MD: Pemerintah Pertimbangkan Penerbitan Payung Hukum Pemilu 2024 soal Pemekaran Papua

Kata Jokowi soal Pemekaran Papua

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pemekaran wilayah Papua yakni tiga daerah otonomi baru (DOB) merupakan permintaan masyarakat dari bawah.

Pernyataan pemekeran Papua itu  disampaikan Presiden usai meluncurkan Papua Football Academy (PFA) di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Rabu (31/8/2022) silam. 

“Ini kan kita saya sendiri mendengar, pemerintah itu, mendengar permintaan-permintaan dari bawah, saya ke Merauke minta, saya ke Pegunungan Tengah kelompok-kelompok datang ke saya minta itu dan sudah 7 tahun yang lalu, 6 tahun yang lalu, 5 tahun yang lalu, dan tindak lanjuti dengan pelan-pelan,” kata Presiden.

Baca Juga: Sederet Fakta 3 Provinsi Baru Hasil Pemekaran Papua

Menurut Presiden pemekaran wilayah Papua bertujuan untuk pemerataan pembangunan.

“Untuk memudahkan jangkauan pelayanan, itulah dibangun daerah-daerah otonomi baru,” kata Presiden.

Terkait adanya Pro-kontra terkait pemekaran wilayah Papua, menurut Presiden, merupakan hal yang lumrah di negara Demokrasi seperti Indonesia.

“Sekali lagi itu adalah permintaan dari bahwah, ada pro dan kontra itulah yang namanya demokrasi ya,” pungkasnya.

 

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV/Tribunnews


TERBARU