> >

Digandeng Indonesia Bangun Megaproyek Pusat Data Nasional di Bekasi, Prancis: Ini Tantangan Nyata

Peristiwa | 10 November 2022, 01:05 WIB
Arsip foto Wakil Konselor Ekonomi Kedutaan Prancis, Arnaud Tripet (kiri). Tripet memberikan sambutan dalam acara groundbreaking Pusat Data Nasional di Bekasi, Rabu (9/11/2022). (Sumber: Linkdin Arnaud Tripet)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pembangunan Pusat Data Nasional di Bekasi, Jawa Barat, dinilai sebagai sebuah tantangan. 

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Konselor Ekonomi Kedutaan Prancis, Arnaud Tripet, Rabu (9/11/2022).

"Pusat data ini merupakan tantangan nyata bagi kami, karena harus menyelesaikannya pada 2024," kata Tripet, saat acara groundbreaking atau peletakan batu pertama, Rabu (9/11).

Indonesia telah lama berencana membangun Pusat Data Nasional. Acara di Bekasi hari ini menandai titik mula dari rencana tersebut.

Dalam prosesnya, pemerintah menggandeng Prancis untuk proyek yang bernilai sekitar Rp2,5 triliun tersebut. Sebanyak 15 persen pendanaan mengambil dari APBN, sementara 85 persen sisanya didanai pemerintah Prancis.

"Kami menyukai tantangan, melibatkan sektor swasta untuk menjadi tender. Kominfo memilih perusahaan Prancis, Ellipse, sebagai pemenang kontrak proyek ini," kata Tripet.

"Selamat untuk mereka berdua, Kominfo untuk pilihannya, dan Ellipse untuk kesuksesannya," imbuh dia.

Baca Juga: Megaproyek Pusat Data Nasional Pertama Senilai Rp 2,5 T Dibangun di Bekasi

Tripet mengatakan, proyek ini adalah contoh luar biasa dari kerja sama antara Indonesia dengan Prancis, termasuk dampak pada industri Negeri Menara Eifel itu.

"Kami sadar dan kami percaya, kami akan berhasil," tegas Tripet.

Penulis : Rofi Ali Majid Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU