> >

"Halloween", "Berdendang Bergoyang" dan Nafsu Berkumpul yang Tak Tertahankan

Peristiwa | 1 November 2022, 07:10 WIB

 

Pelayat memberikan penghormatan ke korban Halloween maut di Itaewon, Senin (31/10/2022). (Sumber: AP Photo/Lee Jin-man)

 

JAKARTA, KOMPAS.TV- Tragedi Halloween di Itaewon, Korea Selatan yang merenggut ratusan nyawa pada Sabtu (29/10/2022) menjadi perhatian dunia. Pada saat yang sama di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, sebuah pagelaran musik dengan tajuk "Berdendang Bergoyang" dihentikan polisi karena jumlah penonton yang membludak.

Dua kejadian itu sama-sama mengumpulkan ribuan massa, untuk pertama kalinya dalam dua tahun atau setelah pandemi melandai.    

Ketua DPR RI Puan Maharani pun menyebutkan penyelenggara acara atau kegiatan yang melibatkan banyak orang di Indonesia harus belajar dari peristiwa di Itaewon. “Panitia penyelenggara acara hiburan harus tertib dan sesuai aturan. Penjualan tiket tidak boleh melebihi kapasitas tempat acara,” katanya, dikutip dari situs DPR, Selasa (1/11/2022).

Baca Juga: Gagal Prediksi, Polisi Tak Menyangka Korban Tewas Halloween Maut Itaewon 154 Orang

Bagi Puan, tragedi dalam perayaan Halloween Itaewon di Korea Selatan yang menimbulkan banyak korban itu, mengingatkan kepada seluruh pihak untuk lebih memperhatikan kerumunan massa pada kegiatan-kegiatan yang mulai ramai usai kondisi pandemi Covid-19 membaik.

Dampaknya, terjadi saling dorong antara pengunjung, yang mengakibatkan orang sesak napas hingga henti jantung. 

Puan memaklumi, banyak masyarakat ingin menikmati hiburan usai pembatasan selama lebih dari 2 tahun, apalagi saat ini kondisi pandemi Covid-19 sudah berangsur membaik. Tapi Euforia kerumuman massa pasca-Covid harus jadi perhatian.

"Kita tidak ingin ada nyawa melayang atau korban apapun sehingga kewaspadaan dari masyarakat sendiri juga menjadi kunci," tutur cucu Proklamator RI Bung Karno tersebut.

Penulis : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU