> >

Fun Football di Tengah Tragedi Kanjuruhan, Waketum PSSI Ungkap Pesan Presiden FIFA

Peristiwa | 21 Oktober 2022, 07:38 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino disambut Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dan Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto, Selasa (18/10/2022). (Sumber: Antara Photo)

SURABAYA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Iwan Budianto menerangkan bahwa penyelenggaraan fun football di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, pada Selasa (18/10/2022) merupakan permintaan dari FIFA.

Terkait kritik atas kegiatan fun football dari sejumlah kalangan, ia pun mengungkapkan pesan dari Presiden FIFA Gianni Infantino.

"Kan sebenarnya message (pesan) presiden FIFA adalah akan ada banyak kejadian di sepak bola dunia,  tapi sepak bola harus tetap jalan," kata Iwan Budianto di Mapolda Jawa Timur (Jatim), Kamis (20/10/2022) dilasir dari Antara.

Pertandingan "main-main" antara PSSI-FIFA itu menuai banyak kecaman sebab dilakukan di tengah duka tragedi Kanjuruhan yang merenggut 133 nyawa Aremania di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim.

Sebagaimana diberitakan KOMPAS.TV sebelumnya, Sekjen PSSI, Yunus Nusi pun menjelaskan, Presiden FIFA berpesan kepada PSSI bahwa sepak bola harus tetap digelar karena itu kegembiraan. 

Baca Juga: PSSI Tirukan Presiden FIFA soal Fun Football: Oh No, Apapun Bisa Terjadi, Sepak Bola Harus Jalan

"Hal ini sudah disampaikan ke presiden FIFA, bahwa ada tragedi Kanjuruhan, bagaimana dengan fun football yang nanti kita mainkan," kata Yunus kepada KOMPAS.TV lewat rekaman suara, Kamis (20/10/2022). 

"Sepak bola harus tetap jalan, karena sesungguhnya sepak bola itu menyenangkan semua pihak, bahwa sepak bola itu untuk sebuah kegembiraan, bahwa sepak bola itu untuk menyenangkan orang'," ucapnya menirukan ucapan Infantino.

Di sisi lain, Eks Anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan, Akmal Marhali menilai, seharusnya PSSI tidak lempar tanggung jawab bahwa itu ide dari presiden FIFA. 

"Soal fun football, menurut saya PSSI bikin blunder, sudah beberapa kali dilakukan begini. Ada kesan tidak munculkan simpati," ucapnya. 

Penulis : Nadia Intan Fajarlie Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV/Antara


TERBARU