> >

TPF Aremania Beberkan Alasan Desak Autopsi Korban Kanjuruhan: agar Tak Debat soal Penyebab Kematian

Peristiwa | 17 Oktober 2022, 22:25 WIB
Andi Irfan (tengah), anggota Tim Pencari Fakta (TPF) Aremania, menyampaikan hasil investigasi terhadap tragedi Kanjuruhan di Gedung KNPI, Malang, Jumat (14/10/2022). Andi membeberkan alasan pihaknya mendesak autopsi terhadap korban tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 silam. (Sumber: Istimewa)

MALANG, KOMPAS.TV – Tim Pencari Fakta (TPF) Aremania membeberkan alasan pihaknya mendesak autopsi terhadap korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang terjadi pada 1 Oktober 2022 silam.

Sekjen Komisi Kontras Andi Irfan, yang mendampingi TPF Aremania, menjelaskan, autopsi dirasa perlu dilakukan untuk menggali penyebab pasti kematian 132 orang tersebut.

Menurutnya, tanpa hasil autopsi, penyebab kematian para korban akan menjadi perdebatan panjang.

“Aremania terutama di gerakan usut tuntas itu ingin menggali dan mencari fakta yang autentik. Kita akan berdebat kemana-mana penyebab kematian kalau kita tidak punya hasil autopsi,” tutur Andi, seperti dilansir Kompas.com, Senin (17/10/2022).

Desakan dari TPF Aremania tersebut juga disebut-sebut sejalan dengan permintaan pihak keluarga korban yang menuntut keadilan.

“Sejumlah keluarga korban telah setuju melakukan autopsi dan tapi lebih dari itu saya berharap itu bukan Aremania yang bergerak, tapi negara yang bergerak,” katanya menambahkan.

Baca Juga: Aremania Mau Turun ke Jalan pada 20 Oktober, Tuntut Penuntasan Pelanggaran HAM Tragedi Kanjuruhan

Sejauh ini, penyebab meninggalnya para korban diduga adalah tembakan gas air mata yang memicu kepanikan, sehingga desak-desakan menjadi tak terhindarkan.

Namun, hasil investigasi yang tidak rinci menciptakan berbagai spekulasi baru.

Dengan dilakukan autopsi, diharapkan akan diketahui secara pasti penyebab korban meninggal dunia, sehingga nantinya bisa ditarik benang merah tentang siapa yang harus bertanggung jawab pada tragedi Kanjuruhan ini.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas.com


TERBARU