> >

Mahfud MD Minta Polri Lenyapkan Friksi Internal: kalau Polisi Mau Bagus, kalau Nggak ya Susah

Peristiwa | 15 Oktober 2022, 16:12 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD ditanyai wartawan usai menghadiri Dies Natalis ke-65 Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (15/10/2022) (Sumber: I.C.Senjaya/Antara)

SEMARANG, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta Polri berbenah dengan menghilangkan friksi-friksi di internal lembaga penegak hukum tersebut.

Hal ini menyusul rangkaian kasus yang mencoreng citra Polri, mulai dari kasus Irjen Ferdy Sambo, Tragedi Kanjuruhan, hingga penangkapan Irjen Teddy Minahasa terkait peredaran narkoba, belakangan ini.

Menurut Mahfud, Polri harus mulai bersatu, menghilangkaan perbedaan masa lalu demi masa depan.

"Satu-satunya jalan kalau Polri ingin bangkit, ya harus konsolidasi internal, hilangkan friksi-friksi," kata Mahfud usai menghadiri Dies Natalis ke-65 Universitas Diponegoro Semarang, Sabtu (15/10/2022), sebagaimana dikutip Antara.

"Itu kalau Polri mau bagus, kalau nggak ya susah," sambungnya.

Baca Juga: Sebelum Kasus Irjen Teddy Minahasa, Polisi Pernah Ungkap Dugaan Sabu yang Ternyata Tawas

Mahfud pun menilai keterlibatan Irjen Teddy Minahasa dalam kasus narkoba sebagai tragedi baru Polri.

Irjen Teddy ditangkap hanya empat hari usai diumumkan ditunjuk sebagai Kapolda Jawa Timur menggantikan Irjen Nico Afinta. Namun menyusul kasus narkoba yang menjeratnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya membatalkan penunjukan tersebut.

Teddy pun kini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus peredaran narkoba.

Lebih lanjut, Mahfud mendesak Polri agar betul-betul menata diri, tidak menyembunyikan apa pun dari mata masyarakat.

"Harus sadar informasi tidak bisa ditutupi, media sosial yang begitu masif. Tidak bisa lagi kita melakukan sesuatu kemudian bersembunyi," katanya.

Sebelumnya, Jumat (14/10), Presiden Joko Widodo memanggil ratusan perwira kepolisian mulai tingkat Kapolda hingga Kapolres ke Istana Kepresidenan, Jakarta. Mereka diminta hadir tanpa kendaraan pribadi, tongkat komando, atau topi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi memberi pengarahan massal usai institusi Polri tercoreng berbagai kasus belakangan ini. Jokowi meminta institusi kepolisian membenahi apa yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Baca Juga: Respons TGIPF Tragedi Kanjuruhan, Polri Janji Tidak Bakal Gunakan Gas Air Mata di Pertandingan

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV/Antara


TERBARU