> >

Crisis Center Kerusuhan Stadion Kanjuruhan: Dinkes Kabupaten Malang dan Kantor Arema FC

Peristiwa | 2 Oktober 2022, 08:08 WIB
Sebuah mobil ambulance keluar dari RSUD Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022) pagi. Sebagian besar korban yang jatuh pasca kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10) malam berada di rumah sakit ini. (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

MALANG, KOMPAS.TV - Pihak keluarga yang masih belum mendapatkan informasi terkait anggota keluarganya yang belum diketahui keberadaannya pasca pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022) malam diimbau untuk menghubungi Crisis Center atau pusat informasi.

Usai laga lanjutan kompetisi Liga 1 antara kedua tim tersebut, terjadi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang yang diawali masuknya suporter ke lapangan. Into terkini, setidaknya ada 129 korban meninggal dunia dan lebih dari 180 lainnya luka-luka.

Menurut laporan jurnalis Kompas TV Hilda Nusantara, terdapat dua Crisis Center antara lain di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang dan kantor Arema FC.

Hal tersebut karena banyak korban yang sebagian besar merupakan suporter tidak membawa kartu identitas.

"Nantinya, dua lokasi Crisis Center itu akan mengumpulkan dan mencocokkan informasi pihak keluarga yang belum mendapat kabar dari anggota keluarganya," kata Hilda dalam program Breaking News di Kompas TV, Minggu (2/10) pagi.

Baca Juga: Tragedi Laga Arema Vs Persebaya Sampai Diberitakan Media Asing, Soroti Banyaknya Korban Tewas

Adapun korban luka maupun tewas akibat tragedi Stadion Kanjuruhan ini sebagian besar dirawat di RSUD Kanjuruhan, RSUD Kepanjen dan lainnya.

Keluarga korban diminta untuk membawa tanda pengenal yang mendukung untuk membantu proses identifikasi maupun pengenalan para korban.

Sebagai informasi, korban jiwa akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan ini berjumlah lebih dari 127 orang meninggal dan 180 orang luka-luka.

Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris tutut berduka cita atas kejadian tersebut.

Penulis : Dian Nita Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU