> >

Update pasca Gempa Tapanuli Utara: 60 Meter Jalanan Tertutup Material Longsor, Rumah Ibadah Rusak

Agama | 1 Oktober 2022, 14:09 WIB
Gempa bumi di Tapanuli Utara pada Sabtu (1/10/2022) menimbulkan korban jiwa maupun luka, serta mengakibatkan rumah warga rusak. (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

TAPANULI UTARA, KOMPAS.TV – Ruas jalan sepanjang 50 hingga 60 meter menuju kawasan wisata Salib Kasih tertutup material tanah longsor setinggi tiga meter akibat gempa bumi magnitudo 5,8.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Bonggas Pasaribu, menjelaskan dampak gempa bumi yang terjdi di wilayah itu pada Sabtu (1/10/2022).

Menurutnya, selain mengakibatkan korban jiwa dan beberapa orang terluka, gempa yang terjadi pada dini hari tadi juga menyebabkan kerusakan rumah dan fasilitas umum.

"Sepanjang 50 hingga 60 meter badan jalan menuju kawasan wisata Salib Kasih juga tertutup material tanah longsor setinggi tiga meter," kata Bonggas, dikutip dari Antara.

Baca Juga: Gempa Tapanuli Utara, Kapolres: 1 Orang Meninggal, Enam Luka-Luka, Empat Kecamatan Terdampak

Ditambahkan, gempa bumi juga memicu terjadinya kebakaran kios, menyebabkan tanah longsor dan badan jalan rusak, serta mengakibatkan kerusakan rumah warga dan tempat ibadah.

Tempat ibadah yang rusak akibat gempa antara lain Gedung HKBP Tarutung Kota di Kota Tarutung. Selain itu, tidak sedikit rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Menurut dia, gempa juga menyebabkan kerusakan seratusan meter bagian jalan di Desa Simorangkir, Kecamatan Siatasbarita, serta seratusan meter bagian jalan di Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung.

"Saat ini kita masih terus mendata kerusakan yang timbul akibat gempa bumi," katanya.

Kini, lanjut dia, pemerintah kabupaten mengerahkan alat berat untuk membersihkan longsoran tanah di kawasan wisata Salib Kasih.

Baca Juga: Tapanuli Utara Diguncang Gempa Beruntun, Paling Tinggi Bermagnitudo 6,0

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa yang terjadi di Tapanuli Utara pusatnya berada di darat pada kedalaman 10 km di koordinat 2,11 derajat Lintang Utara dan 98,83 derajat Bujur Timur.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, gempa bumi tersebut termasuk jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar besar Sumatra segmen Renun.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Gading-Persada

Sumber : Antara


TERBARU