> >

Paket Meledak di Asrama Polisi Sukoharjo Ternyata Barang Bukti Hasil Razia, Meledak Saat Dimusnahkan

Hukum | 26 September 2022, 11:41 WIB
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi (Sumber: Dok. Humas Polri)

SEMARANG, KOMPAS.TV - Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi mengungkapkan bahwa paket yang meledak dekat asrama polisi di Sukoharjo, Jawa Tengah, merupakan barang bukti hasil razia polisi.

Ahmad Luthfi menyampaikan, bahwa paket tersebut merupakan bubuk hitam atau mercon yang digunakan untuk membuat petasan.

Baca Juga: Korban Ledakan di Aspol Grogol Sukoharjo Masih Trauma, Belum Bisa Dimintai Keterangan

Mercon tersebut, kata Luthfi, merupakan barang bukti hasil razia anggota Polresta Surakarta pada 22 April 2021 lalu atau sebelum lebaran.

"Dua anggota sudah kita periksa. Dan benar itu barang bukti tahun 2021 sebelum Lebaran. Di register Polresta benar itu ada pengamanan (barang bukti tersebut)," kata Luthfi dalam keterangannya yang dikutip pada Senin (26/9/2022).

Luthfi menyebut, barang bukti itu merupakan hasil razia paket di kawasan Jurug, Kecamatan Jebres, Solo.

Kemudian, pada saat kejadian polisi menemukan adanya hal yang mencurigakan berupa bubuk hitam dan sumbu.

Baca Juga: Korban Ledakan di Aspol Grogol Sukoharjo Masih Trauma, Belum Bisa Dimintai Keterangan

Ketika diperiksa lebih lanjut, kata Luthfi, paket tersebut ternyata berasal dari Indramayu yang dikirimkan oleh seseorang brinisial CV.

Sedangkan penerimanya adalah warga Klaten, Jawa Tengah, berinisial A. Luthfi mengatakan A telah memesan sebanyak dua kali atau dua paket kepada CV.

 

"Benar anggota kita yang hari ini menjadi korban pernah melakukan razia satu tahun yang lalu, terkait paket pesanan online yang diduga bubuk petasan," ucapnya.

Luthfi menambahkan barang bukti paket berisi bahan petasan itu diduga dibawa pulang oleh korban. Saat akan dimusnahkan, paket tersebut malah meledak.

Baca Juga: Korban Ledakan di Aspol Grogol Sukoharjo Alami Luka Bakar hingga 70 Persen

"Kemungkinan saat itu dibawa pulang, kemudian kemarin coba untuk dibakar akhirnya meledak," ujar Luthfi.

Lebih lanjut, Luthfi menegaskan, bahwa ledakan tersebut bukanlah berasal dari bom. Tetapi, murni dari bajan petasan yang hendak dibakar atau dimusnahkan.

"Ledakan itu bukan bom, tetapi murni dari bahan petasan yang berdasarkan keterangan saksi, mau dibakar oleh anggota kita," ujarnya.

"Jadi, hasil penyidikan yang kita lakukan hari ini, bahwa satu ledakan itu bukan bom, kita pastikan."

Baca Juga: Anggota Brimob Korban Ledakan di Sukoharjo Pernah Razia Paket Online Tahun Lalu

 

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU