> >

KSAD Dudung Kutip Hadis Nabi, Minta Polemik 'Gerombolan' Tidak Dibesar-besarkan Lagi

Peristiwa | 15 September 2022, 14:20 WIB
KSAD TNI AD Jenderal Dudung Abdurachman terima permintaan maaf Effendi Simbolon pada hari ini, Kamis (15/9/2022).  (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV -  Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman meminta agar polemik perkataan 'gerombolan' dari anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon tidak terlau dibesar-besarkan. 

Dalam penjelasannya, Jenderal Dudung menyebutkan bahwa TNI AD terbiasa mendapatkan risiko dan tantangan besar, maka pernyataan tentang 'gerombolan' itu kecil dibandingkan tugas yang dilakukan para prajurit. 

Ia pun dalam penjelasannya menutup dengan sebuah hadis Nabi tentang risiko, merujuk pada para prajurit yang terbiasa menghadapi risiko besar di lapangan.

"Kita sudah terbiasa menghadapi tantangan-tantangan yang sulit sekalipun nyawa, kalau hanya berita-berita seperti itu kecil bagi kami menghadapinya," kata Dudung dalam program Breaking News di Kompas TV, Kamis (15/9/2022).

"Hadis Nabi mengatakan, Nabi Muhammad mengatakan orang-orang yang tidak berani mengambil risiko adalah orang-orang yang merugi," sambung mantan Pangdam Jaya itu.

Baca Juga: KSAD Dudung Jawab Isu Retak dengan Panglima TNI: Itu Biasa, Tidak Ada Gesekan

Lantas, Jenderal Dudung juga menyebut, para prajurit di TNI AD sudah terbiasa dengan segala risiko, bahkan nyawa pun dikorbankan. 

Maka dari itu, lanjut dia, persoalan disebut 'gerombolan' dari Effendi Simbolon disebut biasa saja dan tidak perlu dibesar-besarkan. 

"TNI AD di lapangan sudah terbiasa menghadapi risiko itu, kalau menghadapi begini biasa-biasa saja, tidak usah dibesar-besarkan," sambung Jenderal Dudung. 

Baca Juga: KSAD Jenderal Dudung: Lapang Dada TNI AD Menerima Maaf Pak Effendi

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU