> >

PBNU Buka Suara Polemik Amplop Kiai' Suharso Monoarfa: PPP Harus Introspeksi

Rumah pemilu | 27 Agustus 2022, 16:11 WIB
Ketua PBNU, Gus Fahrur, bersuara soal polemik amplop kiai (Sumber: NU Online/Suwito)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrur Rozi buka suara soal polemik pernyataan tentang ‘amplop kiai’

Gus Fahrur, sapaannya, menilai pernyataan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa yang menyebut 'amplop kiai' sebagai bentuk money politic sangat tidak layak.

Hal itu juga, menurutnya, telah membuat kepercayaan pesantren ke PPP semakin berkurang.

Ia juga menjelaskan, tak ada money politic di Pesantren dan Suharso jelas keliru memahami hal itu.

“Karena PPP ketum-nya itu, tidak paham tentang bagaimana caranya menghormati dan menghargai pesantren, apalagi itu diomongkan di depan KPK," katanya kepada KOMPAS.TV, Sabtu (27/8/2022).

Sebagai informasi, kejadian itu terjadi saat Suharso Monarfa berpidato di acara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 15 Agustus 2022. 

Baca Juga: Suharso Monoarfa Buka Suara Tentang Adanya Surat Desakan Mundur dari Internal PPP

Gus Fahrur lantas menilai bawa ilustrasi tersebut tidak pantas dan tidak layak disampaikan oleh seorang Suharso.

Apalagi Suharso merupakan ketua umum partai berlambang Ka'bah dengan konstituen umat Islam.

Terlebih hal ini berkaitan dengan warga pesantren.

“Ilustrasi tersebut sangat tidak layak untuk seorang ketum partai politik khususnya yang berbasis Islam, itu berarti dia tidak memahami tradisi yang berkembang di masyarakat, bagaimana kita, masyarakat dan kiai itu ada simbiosis saling menghargai, saling memuliakan, itu tidak ada maksud sama sekali untuk sogok,” katanya menegaskan.

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU