> >

Suharso Monoarfa Buka Suara Tentang Adanya Surat Desakan Mundur dari Internal PPP

Rumah pemilu | 25 Agustus 2022, 16:02 WIB
Suharso Monorfa memakai seragam PPP. Dulu ia janji bikin jaya partai, kini justru digugat karena elektabilitas rendah (Sumber: kompas.com/Acep Najmudin)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suharso Monoarfa, buka suara soal dugaan adanya konflik di internal di partai berlambang Ka’bah itu. Konflik itu membuat dirinya didesak mundur dari kursi ketua umum oleh sejumlah petinggi partai.

Suharso diminta mundur oleh tiga petinggi PPP, yakni dari Majelis Syariah, Majelis Kehormatan, dan Majelis Pertimbangan PPP yang mengirimkan surat resmi DPP PP pada Senin (22/8/2022).  

Menurut Suharso, permintaan mundur itu hanyalah buah dari kesalahpahaman.

Kesalahpahaman itu terjadi atas pernyataan Suharso yang menyinggung soal "amplop kiai" di acara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 15 Agustus 2022. 

"Oh enggak (ada konflik internal), enggak saya kira. Ini kan saya cuma menerimanya sebagai sebuah kesalahpahaman saja," kata Suharso di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (25/8/2022).

Baca Juga: Begini Analisis Litbang Kompas soal Suara PPP Terus Menurun: Alarm untuk Pemilu 2024

Mengaku Belum Dapat Surat Pengunduran Diri

Suarso mengaku belum menerima surat dari tiga majelis partai yang berisi desakan agar dirinya mengundurkan diri 

Politikus yang juga Menteri PAN/RB itu mengatakan permintaan mundur tidak dikenal dalam aturan internal PPP. "Saya memahaminya sebagai permintaan untuk tabayun, untuk dijelaskan," kata Suharso.

Suharso juga mengaku sudah beberapa kali menjelaskan dan meminta maaf kepada internal partai berlambang Kabah tentang pidato 'amplop kiai'. Pidato itu diduga sebagai pemantik konflik internal.  

Ia bahkan minta maaf dan menjelaskan, pidato 'amplop kiai' itu tidak pas. "Mungkin cara memberi contohnya enggak pas. Tetapi meski saya memberikan contoh tidak pas, tolong itu dilihat dalam konteksnya, jangan out of context sehingga jadi beda," kata dia.

Baca Juga: Begini Analisis Litbang Kompas soal Suara PPP Terus Menurun: Alarm untuk Pemilu 2024

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV/kompas.com


TERBARU