> >

Pengakuan Abu Bakar Ba'asyir Usai Ikuti Upacara 17 Agustus, Pertama dalam Sejarah Ponpes Ngruki

Peristiwa | 17 Agustus 2022, 11:51 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dan pendiri Ponpes Al Mukmin Ngruki Abu Bakar Baasyir seusai pelaksanaan upacara bendera peringatan HUT ke-77 RI di halaman ponpes setempat, Rabu (17/8/2022).( (Sumber: KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)

Upacara bendera dimulai pukul 07.00 WIB dan berlangsung khidmat.

Upacara bendera diikuti oleh semua santri pondok dan pengasuh, termasuk Abu Bakar Ba'asyir.

Sedangkan Bertindak sebagai inspektur upacara, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Muhadjir berpesan kepada para santri pondok harus ada perimbangan antara belajar ilmu agama dan umum.

"Ilmu agamanya cukup dalam dan luas kalau kemudian dilengkapi dengan ilmu pengetahuan yang cukup luas dan kuat, maka saya yakin para santri dan alumninya yang sekarang sudah tersebar di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri itu akan ikut berpartisipasi mengisi kemerdekaan Indonesia," kata Muhadjir.

Baca Juga: Putra Abu Bakar Ba'asyir Sebut Ayahnya Sudah Lama Mengakui Pancasila

Proses Menerima Pancasila, Terjadi Saat Ramadan 

Sebelumnya seperti diberitakan, Abu Bakar Ba’asyir sudah mengakui Pancasila setelah sebelumnya menolaknya sebagai ideologi negara. Hal itu dikonfirmasi oleh putra beliau, Abdul Rochim.

Dalam keterangan Abdul Rachim kepada KOMPAS.TV, momen itu terjadi saat bulan Ramadan tahun lalu. 

Dalam sebuah video Abu Bakar Ba'asyir duduk bersila dengan memakai peci hitam dan berbaju koko putih. Lantas, ia bicara kepada beberapa orang di sebuah ruangan tentang Pancasila. 

“Indonesia berdasar Pancasila, mengapa disetujui ulama? Karena dasarnya Tauhid, Ketuhanan Yang Maha Esa,” ujar Abu Bakar Ba'asyir dalam video yang dilihat pada Rabu (3/8/2022)

Lantas, ia menjelaskan soal pemahaman barunya tentang Pancasila. 

Dulu, kata dia, ia  mengganggap Pancasila itu bagian syirik atau menyekutukan Allah SWT dalam pemahaman Islam. 

Kini, ia menganggap Pancasila tidak lagi syirik lagi lantaran melihat para ulama. 

“Ini pun pengertian saya terakhir. Dulunya saya (menyatakan), Pancasila itu syirik. Saya begitu dulu,” ujarnya.

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV/kompas.com


TERBARU