> >

Temuan Komnas HAM: Keterangan Tidak Klop hingga Istri Ferdy Sambo ke Rumah Pribadi sambil Menangis

Hukum | 7 Agustus 2022, 11:30 WIB
Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik. (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV).

JAKARTA, KOMPAS.TV – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut banyak hal yang dinilai tidak klop antara keterangan awal dengan hasil investigasi tentang kasus penembakan Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengatakan hasil investigasi menyatakan tidak ada saksi yang melihat langsung Yoshua sedang menodongkan senjata pada istri Irjen Pol Ferdy Sambo.

“Selama ini kan ada keterangan tuh, bahwa Yoshua katanya sedang menodongkan senjata. Dalam keterangan mereka ini enggak ada cerita itu,” tuturnya, Sabtu (6/8/2022), dikutip dari pemberitaan Kompas TV.

“Jadi cerita-cerita ini, di awal dengan yang kemudian berkembang atau yang kami telusuri, memang banyak yang tidak klop, seingga sebagai penyelidik kami memang bertanya-tanya ada apa ini.”

Meski demikian, Komnas HAM tidak mau menuduh sembarangan. Tapi, pihaknya menduga, ada sesuatu yang tidak logis.

Baca Juga: Jadi Saksi Kunci Tewasnya Brigadir J, Bharada E: Saya Minta Perlindungan Supaya Enggak Kenapa-Kenapa

Berkaitan dengan tidak adanya saksi yang melihat adanya penodongan oleh Brigadir J terhadap istri Ferdy Sambo, Komnas HAM juga belum meyakini adanya peristiwa pelecehan seksual.

“Jadi saksi yang menyaksikan penodongan itu tidak ada. Makanya kami juga belum bisa meyakini apakah terjadi pelecehan seksual atau tidak.”

Walaupun, lanjut dia, dalam standar hak asasi internasional, yang juga diatur oleh udang-undang TPKS (Tindak Pidana Kekerasan Seksual) bahwa seseorang yang diduga atau dia mengaku, atau dia sudah mengadu bahkan, sebagai korban pelecehan seksual, harus diperlakukan sebagai korban.

“Maka kita tidak bisa melakukan intervensi lebih jauh terhadap Ibu PC (Putri Chandrawati-red) karena dia sedang dalam perawatan psikologis dari psikolog.”

Istri Ferdy Sambo Menangis

Ahmad Damanik juga menjelaskan hasil penyelidikan terhadap rekaman CCTV. Menurutnya, dalam rekaman ketibaan rombongan dari Magelang, Jawa Tengah terlihat istri Ferdy Sambo tersebut masuk ke rumah pribadi bersama rombongan.

“Kira-kira tiga sampai empat menit, masuklah rombongan Ibu PC, di situ ada Bharada E, ada Yoshua (Brigadir J), ada asisten rumah tangga, dan beberapa orang yang mendampinginya, dan orang-orang yang bekerja di rumah itu.”

Mereka, lanjut Ahmad, terlihat menurunkan barang, termasuk Yoshua dan Bharada E.

Setelah itu, istri Ferdy Sambo kemudian melakukan tes PCR di bagian belakang rumah tersebut, dilanjutkan oleh asisten rumah tangga, Yoshua, Bharada E, dan anggota rombongan yang lain.

“Setelah itu, istirahat itu semua, para crew ini para ADC, asisten tumah tangga beristirahat di depan rumah, tapi tidak kelihatan di CCTV.”

“Ibu masuk ke dalam kamar. Nggak sampai satu jam lah mungkin mereka beristirahat. Itulah yang kami tahu bahwa benar mereka di depan rumah, karena keterangan mereka,  ADC-ADC itu klop dengan teleponnya Vera (kekasih Brigadir J),” urainya.

Kata Ketua Komnas HAM, setelah itu Vera dan Brigadir J bertelepon pukul 16.31, bukan pukul 16.43. Saat itu, lanjut dia, Vera mendengar waktu Brigadir J menjawab itu memang ada orang tertawa-tertawa.

“Setelah itu, kira-kira jam 17.01 atau berapa, mereka naik ke mobil, kelihatan juga, menuju rumah dinas itu, yang kita sebut sebagai TKP.”

“Nggak berapa lama, beberapa menit kemudian, Pak Sambo keluar juga, menuju tempat lain. Tapi, baru berapa menit dia berjalan, berhenti, kemudian berbalik mobilnya itu,” kata Ahmad Damanik.

Ahmad Damanik kemudian menyebut, rekaman CCTV tidak bisa menjelaskan apa-apa, tapi berdasarkan keterangan penyidik, mengatakan bahwa Sambo menuju rumah dinas karena ditelepon oleh istrinya, yang melaporkan adanya kejadian itu.

Baca Juga: Bharada E Saksi Kunci, Kuasa Hukum Berencana Ajak ke LPSK dan Jadi Justice Collaborator

“Nggak berapa lama, kelihatan lagi di CCTV, Ibu PC (Putri Chandrawati-red) kembali ke rumah pribadi, nampak wajahnya seperti menangis didampingi ada satu dua orang di belakangnya.”

Problem krusialnya, lanjut Ahmad Damanik, karena peristiwa di TKP hanya berdasarkan keterangan Bharada E, yang menyebut dia mendengar teriakan-teriakan dari istri Ferdy Sambo.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU