> >

Peringatan Dini BMKG, Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Indonesia

Update | 3 Agustus 2022, 06:12 WIB
Hujan deras yang melanda sebagian wilayah Indonesia. (Sumber: WARTA KOTA/WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang dapat melanda sebagian wilayah di Indonesia, Rabu (3/8/2022).

Cuaca ekstrem yang dimaksud adalah hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Potensi ini bisa terjadi setelah sirkulasi siklonik terpantau di Selat Karimata dan Samudera Hindia sebelah barat Kepulauan Mentawai yang membentuk daerah pertemuan atau perlambatan konvergensi.

Baca Juga: NTB Masuk Musim Kemarau, BMKG Ingatkan Warga Waspada Kekeringan dan Kebakaran Hutan

"Kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Laut Jawa bagian barat hingga Lampung, di Laut Natuna, dan di Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai," terang BMKG, Rabu.

Daerah konvergensi memanjang dari pesisir selatan Banten hingga Selat Sunda, Kalimantan Barat, dan Kalimantan bagian tengah.

Kemudian Sulawesi bagian tengah, perairan barat Bengkulu, di Maluku Utara, Maluku, dan Papua.

Selanjutnya, terpantau juga daerah pertemuan angin (konfluensi) di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera dan Laut Natuna.

Baca Juga: Waspada Potensi Gempa dan Tsunami di Pesisir Selatan Jawa, Ini Penjelasan BMKG

Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem, Rabu 3 Agustus 2022

  1. Aceh
  2. Sumatera Barat
  3. Riau
  4. Kep. Riau
  5. Bengkulu
  6. Jambi
  7. Sumatera Selatan
  8. Kep. Bangka Belitung
  9. Lampung
  10. Banten
  11. Jawa Tengah
  12. Jawa Timur
  13. Kalimantan Barat
  14. Kalimantan Tengah
  15. Kalimantan Timur
  16. Kalimantan Selatan
  17. Gorontalo
  18. Sulawesi Tengah
  19. Sulawesi Barat
  20. Maluku
  21. Papua Barat
  22. Papua

Penulis : Danang Suryo Editor : Iman-Firdaus

Sumber : BMKG


TERBARU