> >

Soal Serangan KKB Tewaskan 10 Warga, Pemerintah Disarankan Segera Evaluasi Pendekatan Keamanan Papua

Peristiwa | 17 Juli 2022, 18:57 WIB
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid di program Kompas Petang, Kompas Tv, Minggu (17/7/2022). (Sumber: Tangkap Layar kanal YouTube Kompas TV)

 

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kekerasan terhadap warga sipil kembali terjadi di Nduga, Papua, pada Sabtu (16/7/2022). 

Dalam serangan yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ini, 12 orang menjadi korban, di antaranya 10 orang tewas, dan dua lainnya mengalami luka. 

Menanggapai tragedi tersebut, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid meminta pemerintah agar segera melakukan evaluasi terhadap pendekatan keamanan di Papua.

Usman menduga kejadian yang menewaskan 10 warga sipil ini terjadi karena ada eskalasi konflik bersenjata khususnya pada tiga tahun terakhir.

"Ada banyak kekerasan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi dalam tiga tahun terakhir dan jumlahnya terus meningkat," kata Usman dalam program "Kompas Petang", Kompas TV, Minggu (17/7/022). 

"Bahkan di 2022 Amnesty International Indonesia mencatat setidaknya ada 12 insiden dan sebagian besar dilakukan bukan oleh pemerintah republik Indonesia melainkan oleh organisasi yang diduga pro kemerdekaanatau dalam istilah pejabat tinggi pemerintah adalah kelompok kriminal bersenjata."

Menurutnya, ini memerlukan satu respon yang mendasar perubahan yang mendasar, misalnya dengan tidak ada lagi pilihan kecuali mendorong perdamaian.

Baca Juga: Tragedi di Nduga Papua, 20 Anggota KKB Disebut Lakukan Penembakan Membabi Buta, 10 Orang Tewas

Hal tersebut penting dilakukan agar kekerasan konflik dan pelanggaran HAM tidak lagi mengakibatkan jatuh korban baik dikalangan aparat maupun warga.

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU