> >

Mengapa Lembaga Sedekah ACT Dikaitkan dengan Terorisme?

Peristiwa | 5 Juli 2022, 08:55 WIB
Aksi Solidaritas Peduli Suriah yang berlangsung pada 8 Mei 2016. (Sumber: Twitter Belajar Politrik)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melaporkan dugaan penyelewengan dana lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk transaksi berkaitan aktivitas terlarang pada Densus 88 dan Badan Nasional penanggulangan Terorisme (BNPT).

Hal itu dikonfirmasi Kepala PPATK Ivan Yustinavandana.

"Kami sudah proses sejak lama dan sudah ada hasil analisis yang kami sampaikan kepada aparat penegak hukum," kata Ivan pada Kompas.com pada Senin (4/6/2022).

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, dugaan kasus tersebut masuk dalam proses penyelidikan yang ditangani langsung oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

"Info dari Bareskrim masih proses penyelidikan dulu," katanya.

Terlepas dari itu, Dina Sulaeman, pengamat Timur Tengah dan analis geopolitik membagikan analisanya terkait dugaan penyaluran donasi ACT pada pemberontak di Suriah.

Diketahui bendera resmi Suriah berwarna merah putih hitam dengan dua bintang pada warna putih. Adapun bendera yang digunakan dalam galang dana ACT adalah hijau putih hitam dengan tiga bintang pada warna putih, bendera yang digunakan pemberontak di negara itu.

"Penjelasan Duta Besar Indonesia untuk Suriah sudah sangat jelas, konflik di Suriah itu pemerintah yang sah vs Al Qaeda dan afiliasinya. Kalau ACT pro pemberontak, artinya, berlawanan dengan Kebijakan Luar Negeri RI," kata Dina.

Baca Juga: ACT Tegaskan Laporan Keuangannya Lolos Pemeriksaan Audit, Tempo Sebut Ada Rekayasa

Ia lantas menjelaskan aliran donasi ke Ghouta beserta situasi konflik ketika itu.

Penulis : Rofi Ali Majid Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU