> >

Mengenal Sejarah Komodo, Leluhur di Pulau Rinca Berpisah 55 Juta Tahun Lalu

Update | 5 Juli 2022, 05:05 WIB
Komodo di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Barat. Pembangunan proyek pariwisata Indonesia yang dijuluki Jurassic Park di media sosial akan terus berlanjut, kata Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, meski UNESCO memperingatkan rencana tersebut bisa berdampak negatif terhadap lingkungan, seperti dilansir Straits Times, Kamis, (05/08/2021). (Sumber: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia)

Penelitiannya juga menunjukkan, komodo memiliki mekanisme untuk membatasi perkembangan populasi dengan kanibalisme.

”Biasanya anak-anak komodo akan dimakan pejantannya sehingga yang bisa survive (bertahan) hingga dewasa sedikit,” tuturnya.

Berdasarkan kajian Scott A Hocknull dari Queensland Museum, Australia, dan tim di jurnal PLOS ONE (2009), dijelaskan bahwa fosil leluhur komodo ditemukan di Australia bagian timur dengan umur 300.000 hingga 4 juta tahun lalu.

Salah satunya Megalania (Varanus priscus), sepanjang 5 meter, yang punah 40.000 tahun lalu.

Setelah berevolusi di Australia sebelah timur, nenek moyang komodo kemudian menyebar ke arah barat dan mencapai kepulauan Flores dan sekitarnya sekitar 900.000 tahun lalu.

Sejumlah kajian juga menunjukkan, fosil komodo pernah ditemukan di Pulau Flores bagian tengah, seperti di Liang Bua, Kabupaten Manggarai.

Bahkan, penggalian arkeologi di Lembah Soa, Kabupaten Ngada, juga menemukan kelimpahan fosil komodo di masa lalu.

Menurut Evy, temuan fosil menyerupai komodo juga ditemukan di Trinil, Jawa Timur.

”Namun, sekarang komodo hanya ada di beberapa pulau kecil sekitar Flores, yang terbesar populasinya di Pulau Komodo dan Pulau Rinca serta beberapa pulau kecil lain, termasuk juga dulu ada di pesisir Pulau Flores. Jadi, sebaran komodo secara alami sangat kecil,” kata Evy.

Baca Juga: Kapal Wisata Tenggelam di Perairan Komodo, Nelayan NTT Diminta Waspadai Gelombang Tinggi

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, jumlah komodo pada 2018 sebanyak 2.897 individu dan pada 2019 bertambah menjadi 3.022 individu atau bertambah 125 individu.

Konsentrasi populasinya terutama di Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Hanya sebanyak 7 individu di Pulau Padar, 69 individu di Gili Motang, dan 91 individu di Nusa Kode.

”Di pulau-pulau lain selain Komodo dan Rinca, keragaman genom komodo sangat kecil karena populasinya juga sangat kecil sehingga terancam mengalami genetic drift dan rentan terhadap penyakit dan kepunahan,” kata Evy.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : kompas.id


TERBARU