> >

Duet Anies-Ganjar Digaungkan sebagai Pemersatu Bangsa, Pengamat: Sulit Terwujud

Politik | 26 Juni 2022, 18:12 WIB
Kolase foto Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. (Sumber: Tribun Timur)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Duet Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang digaungkan Partai NasDem dan disebut sebagai pemersatu bangsa, dinilai sulit terwujud dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Pengamat politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengatakan, jika menilik dari komposisi pasangan, Anies dan Ganjar memiliki jumlah suara dukungan yang dekat dan akan susah menentukan siapa calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

"Jadi memutuskan siapa yang jadi RI 1 atau RI 2 akan berat. Kemudian penerimaan partai-partai politik juga. Nasdem tak bisa sendiri (memutuskan) karena tak cukup kursi, jadi harus berkoalisi," tutur Arya dalam acara Kompas Petang KOMPAS TV, Minggu (26/6/2022).

Arya melanjutkan, terdapat faktor lain yang berpengaruh dan menyebabkan duet Anies-Ganjar sulit terwujud salah satunya dari komposisi partai pendukung.

"Lalu, apakah calon yang diusung tersebut bersedia dipasangkan atau tidak? Belum lagi soal komposisi partai pendukung, itu menurut saya sulit diwujudkan dan nyaris mustahil terjadi," lanjutnya.

Baca Juga: Relawan Andika Perkasa Kirim Karangan Bunga ke Nasdem Sebagai ucapan Terima Kasih

Dia menambahkan, kedua tokoh tersebut memiliki basis yang kuat karena memiliki latar belakang yang mirip. Terlebih, Anies dan Ganjar dalam satu tahun terakhir juga terlihat saling berkompetisi.

"Bagi Ganjar, skenario optimis bagi beliau diusung PDI Perjuangan. Apalagi ketika muncul usulan partai politik yang mengusung Ganjar. Ia tak memberikan respon yang positif dan mengatakan tetap berada di PDI-P," papar Arya.

Adapun Partai Nasdem mengusulkan kedua tokoh tersebut karena dianggap bisa menghentikan polarisasi di masyarakat.

Ketua DPP Partai NasDem Taufiqulhadi menjelaskan alasan pihaknya mengusung Anies dan Ganjar yaitu karena dianggap memiliki nilai sendiri dalam spektrum politik Indonesia.

Baca Juga: Surya Paloh ingin Pemilu 2024 Tidak ada Politik Polarisasi

Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) NasDem beberapa waktu lalu, Anies, Ganjar, dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa direkomendasikan sebagai bakal capres 2024.

"Pak Anies ini adalah seorang nasionalis, kemudian dicitrakan sedikit lebih agamis. Pak Andika ini adalah seorang nasionalis, berasal dari TNI, netral. Pak Ganjar ini seorang nasionalis dicitrakan sebagai pendukung pluralisme," ungkap Taufiqulhadi dalam Kompas Petang, Minggu.

Penulis : Danang Suryo Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU