> >

Surya Paloh Ngaku Tidak Bahas Anies Baswedan Saat Bertemu dengan Presiden PKS

Politik | 22 Juni 2022, 21:14 WIB
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu (kiri) bersama Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memberikan keterangan pers terkait hasil pertemuan keduanya di Gedung DPP Partai Nasdem, Rabu (22/6/2022). (Sumber: KOMPAS TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyatakan tidak membahas Anies Baswedan dalam pertemuan dengan Presiden PKS Ahmad Syaikhu.

Menurut Surya, pertemuan dengan Syaikhu baru sebatas menyamakan pandangan dan pikiran yang dimungkinkan untuk dikolaborasi bersama dalam Pemilu 2024 mendatang.

Surya juga tidak mengelak jika penjajakan ini sebagai langkah awal dalam membangun koalisi di Pilpres 2024. 

Baca Juga: Akui Banyak Kesamaan Antara PKS dan Nasdem, Surya Paloh: Akan Sangat Mungkin Dikolaborasikan

Namun dalam pertemuan tersebut tidak membahas siapa nama yang akan dicalonkan dari tiga kandidat capres Nasdem.

Diketahui nama Gubernur DKI Jakarta itu menjadi satu dari tiga kandidat Capres Nasdem yang diumumkan Surya Paloh saat Rakernas Partai pada Jumat lalu (17/6/2022).

Sedangkan PKS merupakan partai yang mengusung Anies saat Pilkada DKI Jakarta pada 2017 lalu.

"Kita belum sampai ke situ, kita sedang lihat-lihat ini, sedang menjajaki satu sama lain," ujar Surya saat konferensi pers di Gedung DPP Partai Nasdem, Rabu (22/6/2022).

Baca Juga: [Full] Pernyataan Lengkap Surya Paloh dan Presiden PKS di DPP Nasdem

Di kesempatan yang sama, Ahmad Syaikhu juga mengakui pertemuan PKS dengan Nasdem baru sebatas langkah awal menyamakan pandangan dalam membangun kerja sama.

Menurut Syaikhu setelah ini akan ada lagi pertemuan lanjutan untuk membangun koalisi di Pemilu 2024.

"Insya Allah akan ada tindak lanjut, bukan dalam tataran tingkat elit politik, tetap lebih teknis. Mudah-mudahan bisa kami lakukan," ujar Syaikhu.

Baca Juga: Singgung Soal Dukungan Anies Baswedan di Pertemuan Nasdem-PKS, Surya Paloh: Kita Masih Menjajaki

Dalam pertemuan Surya Paloh dengan Ahmad Syaikhu ini juga menghasilkan tiga kesepakatan penting.

Pertama, membangun kesadaran masyarakat untuk tetap mengungkapkan harkat, martabat dirinya sebagai warga negara dalam nilai-nilai Pancasila di atas kepentingan kelompok dan golongan.

Kedua, menjadikan Pemilu serentak 2024 sebagai instrumen demokrasi yang penuh semangat toleransi dan persatuan bangsa.

Ketiga menyepakati persiapan kerja sama Pilpres 2024 dalam waktu yang ditentukan bersama. 

Baca Juga: PKS dan NasDem Bentuk Koalisi Jelang Pemilu 2024? Ini Jawaban Surya Paloh

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU