> >

Jokowi Ungkap Subsidi untuk BBM Rp502 Triliun: Besar Sekali, Bisa Dipakai Bangun Ibu Kota Baru

Peristiwa | 21 Juni 2022, 16:52 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rakernas II PDIP Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2022).  (Sumber: Tangkapan Layar Youtube PDIP/Ninuk)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan subsidi pemerintah untuk harga bahan bakar minyak (BBM) sangat besar hingga bisa dipakai untuk membangun ibu kota baru.

Jokowi mengatakan, semula anggaran subsidi energi berada di angka Rp152,2 trilun. Saat ini, angkanya mencapai Rp502,4 triliun.

Peningkatan anggaran subsidi itu, kata dia, bertujuan untuk melindungi rakyat dari kenaikan harga energi dunia.

Dengan kenaikan harga energi dunia dan subsidi yang diberikan, Indonesia masih menjual BBM jenis Pertalite dengan harga Rp7.650/liter, sementara di Singapura, harganya mencapai Rp31.682/liter.

“Subsidi besar sekali, saya berikan perbandingan saja, harga-harga bensin, harga BBM di Indonesia Pertalite tadi Rp7.650, Pertamax Rp12.500-Rp13.000. Coba kita tengok saja yang deket, Singapura harga bensin sudah Rp31.000," kata Presiden Jokowi dalam sambutannya di Rakernas II PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2022).

"Di Jerman, harga bensin juga sama Rp31.000, di Thailand sudah Rp20.000. Kita masih Rp7.650,” imbuhnya.

Baca Juga: Jokowi Ungkap 42 dari 60 Negara Sudah Menuju Ekonomi Ambruk: Kalau Semakin Tahu, Ngeri

“Tapi ini yang harus kita ingat, subsidi kita ke situ bukan besar, besar sekali. Bisa dipakai untuk membangun ibu kota satu, karena angkanya sudah Rp502 triliun. Ini yang kita harus ngerti, sampai kapan kita bisa bertahan dengan subsidi sebesar ini?"

"Kalau kita nggak ngerti angka-angka, tidak merasakan betapa sangat beratnya persoalan saat ini,” ungkap Jokowi.

Tapi di sisi lain, Presiden Jokowi mengaku tidak mungkin juga bagi pemerintah untuk tidak memberikan subsidi sebagai upaya untuk melindungi rakyat dari dampak kenaikan harga energi dunia.

Baca Juga: Megawati Ngaku Cantik dan Karismatik karena Keturunan: Sekarang Laki-laki yang Melirik Saya

“Tapi enggak mungkin ini tidak kita subsidi akan rame kita juga. Hitung-hitungan sosial politiknya juga kita kalkulasi. Jadi ini yang rakyat harus juga diberi tahu, bahwa ada kondisi global yang sangat berat,” ujar Jokowi.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU