> >

PAN soal Kepuasan Publik Terhadap Jokowi-Ma ruf Turun: Menguatkan Asumsi Publik

Politik | 20 Juni 2022, 14:05 WIB
Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/5/2019). (Sumber: KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Partai Amanat Nasional (PAN) menilai hasil survei litbang Kompas yang menunjukkan kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin turun 6,8 persen menguatkan asumsi publik.

Bahwasanya, faktor ekonomi terkait harga bahan pokok hingga ketersediaan lapangan kerja merupakan hal signifikan yang mempengaruhi.

Demikian Politisi PAN Viva Yoga Mauladi merespons hasil Survei Litbang Kompas kepada KOMPAS TV, Senin (20/6/2022).

“Dari hasil survei menguatkan asumsi dan kenyataan bahwa kepuasan publik terhadap pemerintah sangat ditentukan oleh faktor ekonomi dan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Baca Juga: Politisi PKS soal Survei Kepuasan Publik ke Jokowi-Ma’ruf Turun: Membenarkan Perasaan Publik

“Ketika terjadi gejolak ekonomi, terutama soal kenaikan harga dan ketersediaan stok pangan menurun, maka berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan publik terhadap pemerintah.”

Berangkat dari persoalan dan hasil Survei Litbang Kompas, Viva Yoga pun berharap tim ekonomi pemerintah dapat bekerja maksimal untuk mengatasi masalah kenaikan bahan pokok.

Terlebih, pada 15 Juni 2022, Presiden Joko Widodo telah merombak reshuffle untuk dapat mengatasi persoalan minyak goreng dan kenaikan harga bahan pokok.

“Tanggal 15 Juni 2022 telah dilakukan reshuffle. Diharapkan tim ekonomi pemerintah dapat bekerja maksimal, dapat mengatur, menjaga, dan melakukan stabilisasi harga bahan pangan dan bahan pangan pokok,” ucap Viva Yoga.

Baca Juga: Pengamat soal Kepuasan Publik Terhadap Jokowi-Ma’ruf Anjlok 6,8 Persen: Akan Sulit untuk Memulihkan

“Serta dapat menstimulasi sektor industri dan manufaktur agar terbuka peluang untuk menampung lapangan pekerjaan.”

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU