> >

Soal Pembangunan IKN, Jokowi Jamin Tidak akan Ada Masyarakat yang Dirugikan

Peristiwa | 9 Juni 2022, 19:10 WIB
Presiden Jokowi pada Pembukaan Pertemuan Puncak Gugus Tugas Reformasi Agraris (GTRA) Summit 2022 di Wakatobi, Kamis (9/6/2022). (Sumber: Tangkapan Layar Youtube Setpres/ninuk)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Masyarakat yang lahannya masuk ke Kawasan Pusat Inti Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) diminta tidak perlu gelisah dengan adanya pembangunan ibu kota baru.

Demikian hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi usai meresmikan Masjid At-Taufiq di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Akibat Gempa di Mamuju, Ribuan Warga Terpaksa Mengungsi di Posko Pengungsian Stadion Manakarra

Jokowi menjamin bahwa pemerintah akan mengedepankan prinsip kompensasi yang sama sekali tidak merugikan masyarakat lokal.

"Enggak akan ada masyarakat yang dirugikan. Jaminan, itu!" kata Jokowi dikutip dari Kompas.com pada Kamis (9/6/2022).

Menurut Jokowi, sosialisasi pembangunan IKN kepada masyarakat terdampak sebenarnya sudah dilakukan. Hanya, memang belum masif.

"Sudah, tetapi memang belum masif," ujar Kepala Negara.

Baca Juga: Luhut Mengaitkan Naiknya Tiket Borobudur dengan Pembangunan Tol Joglosemar

Oleh sebab itu, Jokowi memerintahkan kepada kementerian/lembaga terkait untuk segera menjalin komunikasi dengan warga yang lahannya masuk ke dalam IKN, khususnya KIPP.

Jokowi meminta komunikasi cepat dijalin karena dalam waktu beberapa bulan ke depan, pembangunan KIPP IKN bakal dimasifkan.

"Saya segera perintahkan untuk itu (sosialisasi IKN)," ujar Presiden Jokowi.

Menurut Jokowi, salah satu hal yang penting dijelaskan kepada warga terdampak yakni soal nasib hak properti mereka, baik berupa lahan, bangunan, maupun apa yang bernilai di atasnya.

Baca Juga: Survei CSIS: 70 Persen Responden Ahli Skeptis soal Pembangunan IKN

Jokowi pun mengaku belum mengetahui secara terperinci mekanisme kompensasi yang akan diberikan ke warga terdampak.

"Masyarakat harus dijelaskan masalah lahan. Mungkin ada yang bergeser," ujar Jokowi.

"Saya enggak tahu nanti apakah lewat tukar lahan, atau lewat ganti untung. Tapi saya kira, arahnya ke sana," ujar Presiden Jokowi.

Baca Juga: Bantah Gelapkan Uang Arisan Rp724 Juta, Krisna Mukti Lapor Balik, Merasa Nama Baiknya Tercemar

 

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas.com


TERBARU