> >

Ketua Pemuda Bravo Lima Terlibat Pemukulan Putra Politikus PDIP, Fachrul Razi: Serahkan Sesuai Hukum

Kriminal | 5 Juni 2022, 17:12 WIB
Potongan video viral penganiayaan dengan korban seorang pemuda oleh kedua pria di bahu jalan Tol Dalam Kota, Sabtu (4/6/2022). Diketahui korban penganiayaan tersebut berinisial JF (24) anak anggota DPR Fraksi PDIP Indah Kurnia. (Sumber: Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ali Fanser, salah satu orang yang terlibat dalam kasus pemukulan Justin Federick (24) di Jalan Tol Dalam Kota, Sabtu (4/6/2022) kemarin disebut menjabat sebagai ketua organisasi masyarakat Pemuda Bravo Lima.

Ketua Umum Pejuang Bravo Lima Jenderal TNI (Purnawirawan) Fachrul Razi mengonfirmasi bahwa Ali Fanser terlibat dalam kasus pemukulan putra dari politikus PDIP Indah Kurnia tersebut.

"Saudara Ali Fanser adalah Ketua Pemuda Bravo Lima (naungan Pejuang Bravo Lima). Duduk persoalannya, kami tunggu berita pemeriksaannya dari Polda Metro Jaya," terang Fachrul dikutip dari Kompas.com, Minggu (5/6/2022).

Fachrul melanjutkan bahwa AF kini tengah diperiksa Polda Metro Jaya terkait kasus pemukulan tersebut. Ia menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang.

Baca Juga: Satu Orang Pemukul Anak Anggota DPR di Tol Dalam Kota Jadi Tersangka, Polisi: Inisial FM Ditahan

"Benar, yang bersangkutan, Ketua Pemuda Bravo Lima, perkaranya sedang diproses di Polda Metro Jaya," lanjutnya.

"Saya menyerahkan sepenuhnya untuk diproses sesuai aturan hukum yang berlaku," pungkas Fachrul.

Dilaporkan Kompas.com, Bravo Lima adalah kelompok relawan yang dibentuk untuk mendukung Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi presiden pada 2014 silam. Penamaan Bravo Lima digagas oleh Luhut Binsar Pandjaitan.

Sejumlah purnawirawan TNI diketahui tergabung dalam kelompok relawan tersebut.

Mereka adalah Kasum TNI Letjen (Purn) Suaidi Marasabessy, Letjen TNI (purn) Sumardi, Mayjen TNI (purn) Heriyono Harsoyo, dan Mayjen TNI (purn) Zainal Abidin.

Baca Juga: 5 Fakta Terkini Terkait Pemukulan Justin Frederick Putra Anggota DPR Fraksi PDIP

Kemudian Mayjen TNI (purn) Heriyadi, Brigjen TNI (purn) Paulus Prananto, dan mantan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI (purn) Marsetio.

Usai Jokowi-Jusuf Kalla memenangkan pemilihan presiden dan wakil presiden 2014, mereka sempat vakum dan kembali aktif pada pilpres 2019.

Pada 1 Februari 2022 tim yang mulanya berupa relawan tersebut diresmikan menjadi organisasi massa. Mereka juga mengubah nama menjadi Pejuang Bravo Lima (PBL).

Penulis : Danang Suryo Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas.com


TERBARU