> >

Siap-Siap, Pembangunan IKN Butuh 200.000 Pekerja Lapangan

Peristiwa | 3 Juni 2022, 18:53 WIB
Ilustrasi pasokan semen untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). (Sumber: Dok. Semen Indonesia )

JAKARTA, KOMPAS.TV - Perencanaan dan pembangungan di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan melibatkan 150.000 sampai 200.000 pekerja di lapangan.

Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta perencanaan dan pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) lebih matang dan melibatkan semua kementerian lembaga terkait.

“Dalam hal ini, semua kementerian yang tergabung dalam tim transisi memang sudah bekerja dan melakukan konsolidasi dan koordinasi di antara mereka,” ujar Kepala Badan Otorita IKN Bambang Susantono dalam keterangannya seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (3/6/2022).

Keterlibatan banyaknya pekerja lapangan itu akan direalisasikan pada 2023. Menurut Bambang, banyak pekerja dibutukan karena waktunya terbatas dan harus mencapai beberapa target.

Baca Juga: Kepindahan IKN Nusantara Buka Peluang UMKM Kerupuk Amplang Naik Daun

Kendati demikian, Bambang tidak menampik kondisi lingkungan hidup dan interaksi dengan masyarakat sekitar harus tetap diperhatikan selama rangkaian proses pembangunan IKN. 

"Jadi diarahkan tadi untuk tetap memperhatikan kondisi lingkungan hidup dan kemudian juga kondisi dengan bagaimana berinteraksi dengan masyarakat. Kami juga mengharapkan nanti ada pola-pola di mana masyarakat sudah bisa terlibat langsung di dalam pembangunan ini," ucap Bambang.

Bambang mengungkapkan konversi hutan dan lahan akan dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karena itu, pemerintah akan melakukan reforestasi hutan agar kondisi hutan tetap terjaga.

Baca Juga: Luhut Ajak Pengusaha Belanda Berinvestasi di IKN

Tujuannya, sustainable forest city untuk Nusantara bisa terwujud dengan baik sebagai kota yang hijau, cerdas, inklusif, serta berkelanjutan.

Penulis : Switzy Sabandar Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU