> >

Kronologi Kecelakaan Bus Pandawa di Ciamis yang Tewaskan 4 Orang dan Puluhan Korban Luka

Peristiwa | 22 Mei 2022, 00:46 WIB
Sebuah excavator diturunkan untuk mengevakuasi bus Pandawa yang masuk ke dalam rumah. Bus mengalami kecelakaan di Jalan Panjalu-Panumbangan, tepatnya di Tanjakan Balas, Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (21/5/2022). (Sumber: KOMPAS TV)

CIAMIS, KOMPAS.TV - Bus Pandawa yang membawa rombongan peziarah dari Balaraja Tangerang, Banten mengalami kecelakaan di Jalan Panjalu-Panumbangan, tepatnya di Tanjakan Balas, Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Kecelakaan bus yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, Sabtu (21/5/2022) ini mengakibatkan empat korban meninggal dunia, 48 korban luka ringan dan 7 korban luka berat. 

Kronologi kecelakaan bus ini diduga berawal dari rem yang tidak berfungsi alias blong. Ditambah lagi kontur jalan yang menurun. 

Baca Juga: Kecelakaan Bus di Ciamis Bawa Rombongan Peziarah, Tabrak Rumah hingga Motor di Jalur Berlawanan

Bus milik PT Pandawa Transportation yang datang dari arah utara atau Panjalu menuju selatan atau ke arah Panumbangan pertama kali menabrak mikrobus yang berhenti di tepi jalur. 

Bus oleng ke kanan menabrak sepeda motor dan mobil boks yang datang dari arah berlawanan. Setelah itu bus kembali menabrak tiga bangunan yang berada di kanan jalan.

"Saat jalan menurun, bus menabrak mikro bus yang berada di pinggir kiri jalan. Kemudian menabrak motor dan mobil boks dari arah berlawanan," ujar Kepala Satlantas Polres Ciamis AKP Zainul Arifin, Sabtu (21/5/2022).

Bus berhenti di setelah menabrak rumah warga dengan posisi kepala bus masuk ke dalam rumah.

Baca Juga: Update Kecelakaan Bus di Ciamis, Korban Luka Bertambah Jadi 43 Orang dan 4 Orang Tewas!

Menurut keterangan warga, total ada 10 kendaraan yang terlibat kecelakaan maut bus Pandawa. Yakni mobil Suzuki Karimun, mobil boks dan mikrobus Elf, dan tujuh sepeda motor yang berada di sebuah bengkel turut mengalami kerusakan karena dihantam bus.

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV/Kompas.com


TERBARU