> >

RSPI Sulianti Saroso Jadi Rumah Sakit Rujukan Hepatitis Akut Misterius

Berita utama | 5 Mei 2022, 14:57 WIB
Ilustrasi. Anak-anak menjadi yang paling rentan terinfeksi hepatitis akut misterius. (Sumber: Tribun Jogja/Memorial Regional Health)

JAKARTA, KOMPAS. TV – Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso bakal menjadi rujukan untuk pasien bergejala hepatitis akut yang masih misterius. Selain di  RSPI, pemerintah juga akan melakukan pemeriksaan spesimen hepatitis akut di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (FKUI)

"Pemerintah sudah menunjuk RSPI Sulianti Saroso dan Laboratorium Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia (FKUI) untuk menjadi rujukan pemeriksaan spesimen Hepatitis akut karena banyak hal yang perlu diinvestigasi," kata perwakilan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Hanifah Oswari dalam konferensi pers Kamis (5/5/2022).

Hanifah mengatakan Hepatitis akut bergejala berat hingga kini masih dalam proses investigasi berbagai pakar maupun organisasi kedokteran di dunia, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Jangan Tunggu Kuning, Orang Tua Diminta Waspadai Gejala Awal Hepatitis Akut Misterius Ini pada Anak

Meski demikian tata laksana awal untuk mencegah pemburukan gejala pada pasien, kata Hanifah, telah disusun oleh IDAI untuk diterapkan di setiap tingkatan fasilitas pelayanan kesehatan.

IDAI juga telah menyiapkan protokol penanganan pasien secara detail dan telah disampaikan kepada tenaga medis di seluruh organisasi profesi dan menajemen rumah sakit.

Pelayanan di RSPI Sulianti Saroso maupun Laboratorium FKUI diharapkan mengungkap penyebab virus maupun pertanyaan publik terkait banyaknya anak-anak yang terkena Hepatitis akut berat di sejumlah negara, kata dokter anak konsultan gastrohepatologi itu.

Baca Juga: Hepatitis Akut Misterius Menyerang Anak-Anak, Begini Penjelasan dari Kemenkes

Dokter spesialis anak di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta itu mengatakan pemerintah daerah juga mempersiapkan fasilitas pelayanan kesehatan rujukan bagi pasien dengan keluhan penyakit Hepatitis.

Keluhan yang kerap dialami pasien Hepatitis akut berat di antaranya mual, muntah, diare, ikterus (kuning di kulit dan mata), tinja berwarna pucat (58 persen kasus), demam (29 persen kasus), peningkatan enzim hati hingga 500 u/L.

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Jakarta Mohammad Syahril mengatakan penanganan pertama bagi pasien bergejala dapat mengakses Puskesmas atau rumah sakit.

Baca Juga: Perhatikan Gejala dan Pencegahan Hepatitis Misterius Pada Anak!

"Kalau dirujuk ke rumah sakit, biasanya sudah dengan gejala yang lebih berat, misalnya kuning di mata atau seluruh badan dan tanda-tanda laboratorium yang tinggi. Jangan sampai pasien dibawa ke rumah sakit dalam kondisi yang Sudan tidak sadar," katanya seperti dikutip Antara.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi menambahkan semua kasus yang terkait pasien bergejala kuning (sindrom kuning) tersebut akan melibatkan tim laboratorium untuk memeriksa genom sikuensing agar diketahui secara pasti yang bersangkutan terinfeksi Hepatitis A, B, D, E atau negatif.

"Kita juga perkuat fasilitas rumah sakit rujukan untuk penanganan Hepatitis akut bergejala berat seperti RSPI Sulianti Saroso termasuk penegakan diagnosis berdasarkan hasil laporan laboratorium," katanya.

Penulis : Vidi Batlolone Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU