> >

Pesan Rais Aam dan Ketum PBNU Selama Idulfitri 2022, Ada yang Harus Diwaspadai

Peristiwa | 2 Mei 2022, 03:35 WIB
KH. Miftachul Akhyar menghimbau saat menjalankan hari kemenangan, masyarakat tetap harus mematuhi protokol kesehatan. (Sumber: nu.or.id)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan 1 Syawal 1443 Hijriah atau Idulfitri jatuh pada Senin (2/5/2022).

Pengumuman ini disampaikan langsung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas setelah menggelar sidang isbat, Minggu (1/5).

"Berdasarkan hisab posisi hilal di seluruh Indonesia, secara mufakat sidang isbat menetapkan 1 Syawal 1443 Hijriah jatuh pada Senin 2 Mei 2022," tuturnya, Minggu.

Penetapan untuk menentukan awal bulan Syawal ini dilakukan menggunakan metode hisab dan rukyat dengan cara melihat langsung keberadaan hilal.

Baca Juga: Masjid Istiqlal Gelar Salat Idulfitri Tingkat Kenegaraan, Simak Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Oleh sebab itu Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Miftachul Akhyar menghimbau saat menjalankan hari kemenangan, masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan, sebagaimana diri yang telah membentengi diri selama satu bulan dengan puasa.

"Dalam situasi Idulftiri seperti ini, protokol harus tetap dijaga, karena di Islam pun juga mengajarkan kesehatan harus dijaga dan mudah-mudahan wabah ini segera ditarik oleh Allah," kata KH. Miftachul Akhyar dikutip dari akun YouTube TVNU, Minggu (1/5).

"Untuk itu para pemudik dan yang merayakan hari raya ini harus tetap mewaspadai kerumunan agar tidak muncul kluster-kluster baru dalam kondisi yang berbahagia ini," imbuhnya.

Baca Juga: Sambut Hari Raya Idulfitri 1443 H, Berikut Sederet Program Spesial Lebaran KompasTV

Sementara itu, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf juga mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada umat Islam.

"Kami sampaikan selamat merayakan Idul Fitri 1443 Hijriah dengan penuh suka cita dan tetap mematuhi protokol kesehatan, serta mohon maaf lahir dan batin," ujarnya dikutip dari Kompas.com.

Pada Lebaran tahun ini, NU dan pemerintah merayakan secara bersamaan dengan organisasi Islam terbesar di Indonesia lainnya, yakni Muhammadiyah.

Dengan penetapan Idul Fitri yang jatuh secara serentak esok hari, maka umat Islam yang mengikuti awal Ramadhan berdasarkan pada ketetapan pemerintah melakukan puasa selama 29 hari.

Sementara yang berdasarkan pada ketetapan Muhammadiyah selama 30 hari.

Penulis : Kiki Luqman Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV


TERBARU