> >

HNW: Presiden Jokowi Harus Perjuangkan Kuota Haji

Politik | 12 April 2022, 16:51 WIB
Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) di DPR, Jakarta, Jumat (20/12/2019). HNW memprotes libur maulid 2021 yang diputuskan pemerintah (Sumber: KOMPAS.com/TSARINA MAHARANI )

JAKARTA, KOMPAS TV - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk menginstrusikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas agar gencar melobi Pemerintah Arab Saudi ihwal kuota haji untuk masyarakat Indonesia pada tahun 2022. 

"Dan jangan hanya pasif menerima berapa pun alokasi kuota untuk Indonesia. Tetapi perlu  melakukan segala upaya,  kalau perlu untuk membuktikan keseriusan Pemerintah, agar Presiden Jokowi berkomunikasi langsung dengan Raja Saudi supaya mendapatkan kuota terbaik tersebut," kata pria yang karib disapa HNW seperti dikutip dari laman mpr.go.id, Selasa (12/4/2022).

Politikus PKS itu menjelaskan, pada tahun 2019 Indonesia mendapatkan kuota sebanyak 218.150 orang. Artinya, dengan jumlah jamaah di tahun 2022 sebanyak 1 juta jemaah, minimal Indonesia bisa memperoleh alokasi bagi 87.631 orang.

Baca Juga: Arab Saudi Izinkan 1 Juta Jemaah Haji, Menag Yaqut Sebut Jemaah Indonesia Bisa Berangkat Tahun Ini

“Kami mendorong agar kuota Indonesia bisa di atas 100 ribu orang dengan upaya diplomasi tingkat tinggi, sekaligus melobi untuk menggunakan jatah kuota yang tidak terpakai dari negara lain." 

"Ini penting, selain untuk mengobati keinginan warga muslim Indonesia melaksanakan rukun Islam yang ke lima (haji), juga agar antrean jemaah calon haji dari Indonesia ke depannya tidak semakin panjang, dan tak teratasi,” ujarnya.

Selain itu, ia mendesak Kemenag mempersiapkan persoalan teknis keberangkatan haji. Baik melalui persiapan internal, koordinasi dengan Komisi VIII DPR-RI, hingga komunikasi dan sosialisasi dengan ormas Islam dan asosiasi-asosiasi penyelenggara haji dan umrah.

Sebab, sesuai kalender Hijriah, pemberangkatan jemaah haji 1443 Hijriah diperkirakan akan diberangkatkan pada 5 Juni 2022.

“Artinya waktu yang tersisa kurang dari dua bulan lagi. Kemenag khususnya Ditjen PHU harus mengebut persiapan dan memastikan semuanya dalam keadaan siap. Jangan sampai justru terjadi insiden yang merugikan jemaah dan mencoreng nama Indonesia dalam pelaksanaan haji 1443 H nanti,” katanya.

Seperti diketahui, Kerajaan Arab Saudi pada Sabtu (9/4/2022) ini resmi mengumumkan penyelenggaraan haji 1443 H dengan total jamaah mencapai 1 juta orang Pengumuman tersebut diterbitkan melalui surat Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi. 

Penulis : Fadel Prayoga Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU