> >

Usai Jalani Karantina, PMI Dari Ukraina Dilepas Pulang ke Daerah Asal

Peristiwa | 7 Maret 2022, 18:31 WIB
Kepala BP2MI Benny Rhamdani saat konferensi pers terkait proses pemulangan PMI ke daerah masing-masing di Jakarta, Senin (7/3). (Sumber: Humas BP2MI)

JAKARTA , KOMPAS.TV - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia pastikan para Pekerja Migran Indonesia yang berhasil di evakuasi dari Ukraina dalam proses pemulangan ke daerah masing-masing dan tanpa melalui proses yang dibeda-bedakan.

Setelah dipulangkan pada 3 Maret lalu, kini para PMI telah selesai menjalani masa karantina. Para PMI yang sebagian besar berdomisili dari wilayah Bali juga sudah mendapatkan vaksinasi lengkap. 

 “Namun hingga saat ini ada dua PMI dari Ukraina yang terkonfirmasi positif covid-19, saat ini masih menjalani karantina dan menjalani perawatan dan isolasi,” kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani konferensi pers di Jakarta, Senin (7/3).

Ia mengatakan, hari ini 26 PMI akan dipulangkan ke Bali. Mereka akan dipulangkan dengan pesawat. Kemudian untuk satu orang akan dipulangkan dengan mobil menuju Cilacap, Jawa Tengah.

Suasana saat konferensi pers terkait proses pemulangan PMI dari Ukraina ke daerah masing-masing di Jakarta, Senin (7/3). (Sumber: Humas BP2MI)

Benny, melalui konferensi pers virtual via zoom, meminta ke depannya kepada para calon pekerja migran untuk menjalani proses penempatan melalui jalur yang resmi. Melalui jalur resmi negara terus memberikan fasilitas dan kemudahan bagi PMI, upaya ini juga untuk mengurangi resiko bagi para pekerja.

“Potret-potret hari ini saudara-saudara kita yang dari Ukraina dan bagaimana mereka layak mendapatkan perlakuan hormat perlindungan negara sebagai perintah Presiden Republik Indonesia,” ujar Benny.

Sementara itu, berdasarkan data yang dimiliki BP2MI Bali, hanya tujuh dari 29 orang PMI Ukraina asal Bali yang berangkat melalui jalur procedural. Kepala UPT BP2MI Denpasar Wiam Satryawan menjelaskan meski demikian pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang sama bagi PMI prosedural dan non prosedural.

Para PMI berfoto bersama Kepala BP2MI Benny Rhamdani saat prosesi pemulangan mereka kembali ke daerah masing-masing, Senin (7/3) (Sumber: Humas BP2MI)

“Komitmen kami sudah mencanangkan bahwa pekerja migran ini semua VVIP tanpa ada satupun yang dibeda-bedakan antara yang procedural dan non prosedural. Jadi dari semua PMI sebagai VVIP dan akan kita fasilitasi sampai mereka tiba di rumah masing-masing,” jelasnya.

Untuk saat ini berdasarkan informasi yang diterima BP2MI Denpasar, baru ada data PMI dari Ukraina. Namun tidak menutup kemungkinan nanti juga akan ada data dari PMI yang ada di Rusia. “Kita juga ada PMI yang dari Rusia, tapi belum ada informasi yang bisa kita sampaikan,” pungkasnya.

Sebelumnya 30 pekerja migran asal Indonesia tiba di tanah air pada 3 Maret 2022, mereka telah berhasil dievakuasi dari Ukraina, sesampainya di Indonesia mereka menjalani karantina di Wisma Pasar Rumput, Jakarta, para tenaga kerja Indonesia yang telah tiba di tanah air itu terdiri dari 29 perempuan dan satu orang laki-laki. Sebagian besar dari mereka yang telah dievakuasi, bekerja sebagai terapis spa.

Penulis : Herwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU