> >

7 Jurusan Kuliah yang Menjanjikan, Peluang Kerja Terbuka Lebar untuk Lulusannya

Sosial | 18 Februari 2022, 13:04 WIB
Ilustrasi jurusan kuliah yang memiliki prospek kerja menjanjikan di masa depan. (Sumber: Pixabay)

JAKARTA, KOMPAS.TV - World Economic Forum (WEF) merilis survei beberapa jurusan yang menjanjikan. Lulusannya disebut akan diburu perusahaan.

Menurut Future of Jobs Survei 2020 oleh World Economic Forum, lulusan jurusan-jurusan tersebut bisa mengisi profesi paling dicari hingga 2025.

Memilih jurusan di suatu universitas memang harus dilakukan secara teliti dan cermat.

Hal tersebut agar bidang yang Anda pelajari itulah nantinya bisa menjadi bekal untuk meniti karir di dunia kerja.

Berikut jurusan kuliah yang menjanjikan versi WEF.

1. Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat

Ilmu kesehatan masih tetap menjadi relevan hingga kapanpun. Oleh karena itu jurusan Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat masih tinggi peminat. 

Baca Juga: Daftar Jurusan Sepi Peminat SNMPTN di UGM, UNY, dan UPN Veteran Yogyakarta

Bagi lulusan sarjana (S1) Kedokteran yang sudah sah menyandang gelar Dokter, bisa praktik di Rumah Sakit, puskesmas, dan klinik kesehatan.

Sementara lulusan kesehatan masyarakat dibutuhkan di banyak tempat, seperti rumah sakit, klinik, dan laboraturium dinas kesehatan, perusahaan swasta, hingga institusi pemerintah

2. Matematika

Matematika merupakan ilmu dasar yang dipelajari untuk bidang studi lainnya yang berhubungan dengan angka.

Peluang pekerjaan lulusan Fakultas Matematika terbuka lebar untuk perusahaan asuransi atau akuntansi, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, bank, riset, bahkan industri farmasi.

3. Hukum

Seperti halnya Fakultas Kedokteran, Fakultas Hukum masih menjadi bidang studi yang paling favorit di perguruan tinggi.

Lulusan Hukum bisa menjadi, Jaksa atau Hakim di pengadilan, pengacara dan lain-lain.

4. Teknik Elektro dan Robotik

Seiring perkembangan teknologi yang sangat pesat di seluruh dunia membuat jurusan elektro dan robotik masih akan tetap relevan di masa depan.

Penulis : Dian Nita Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas.com, world economic forum


TERBARU