> >

Bamsoet akan Jual 3 Video Kecelakaan Sprint Rally bareng Sean Gelael di Opensea, Harganya 5 Ethereum

Peristiwa | 5 Februari 2022, 13:46 WIB
Bambang Soesatyo dan Sean Gelael sebelum tampil di Kejurnas Sprint Rally Meikarta, Cikarang, Sabtu (27/11/2021). (Sumber: Dok. Jagonya Ayam)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau sering disapa Bamsoet akan meramaikan pasar Non-Fungible Token (NFT). 

Dia akan menjual tiga buah video kecelakaan dirinya bersama Sean Gelael saat mengikuti ekshibisi dalam Kejurnas Meikarta Sprint Rally 2021 di Sirkuit Meikarta, Sabtu (27/11/21) di marketplace paling populer di Indonesia saat ini, OpenSea. 

Masing-masing video rencananya akan dijual dengan harga 5 Ethereum. 

Untuk diketahui, 1 Ethereum saat ini senilai dengan 2.840 US Dolar.

Seluruh hasil penjualannya, baik yang didapat dari penjualan perdana maupun dari royalti setiap kali video tersebut nantinya diperjualbelikan kembali oleh para pihak lainnya, akan disumbangkannya untuk pembangunan masjid. 

"Bagaimana dan kapan kepastian penjualan perdananya dimulai, tunggu tanggal mainnya," ujar Bamsoet usai Ngobrol Santai (Ngobras) bersama Advisor to SE Asian Web3 and NFT Project Ihsan Fadhlur Rahman, di Jakarta, Sabtu (5/2/22).

Baca Juga: Selamat dari Kecelakaan, Bamsoet Puji Sean Gelael: Dia Tetap Tenang dan Bantu Saya Keluar

Bamsoet menjelaskan, selain untuk menggalang donasi membangun rumah ibadah, langkah dirinya ikut meramaikan pasar NFT juga untuk mendorong generasi muda untuk turut aktif memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang menunjang sektor ekonomi digital. 

Mengingat, lanjutnya, perkembangan NFT di dunia semakin meningkat. Berbagai pihak, dari mulai generasi junior hingga senior harus bisa beradaptasi. Jika tidak, bukan hanya akan ketinggalan zaman, melainkan juga akan tergilas roda ekonomi digital.

Seperti diketahui, NFT adalah aset digital yang menggunakan teknologi blockchain (buku besar digital) yang mendukung ethereum, bitcoin dan aset kripto lainnya untuk merekam transaksi di dalamnya. 

NFT akan mewakilkan barang berharga yang unik dengan nilai tukar yang tidak bisa diganti. 

Barang yang bisa dijadikan sebagai aset NFT dapat berupa foto, video, aset game, musik, dokumen dan lain-lainnya. 

Harga jual yang didapatkan tergantung dari faktor subjektif, seperti kreativitas, kualitas aset hingga reputasi si pemilik.

"Sebagai gambaran, analitik kripto Dune Analytics melaporkan, total nilai volume perdagangan NFT di blockchain Ethereum OpenSea pada Januari 2022 saja sudah mencapai USD 3,85 miliar atau setara Rp 55,4 triliun. Paling tinggi sepanjang sejarah keberadaan NFT," jelas Bamsoet.

Baca Juga: Terjungkal dalam Mobil Bersama Sean Gelael, Ketua MPR Bamsoet: Alhamdulillah, Saya dan Sean Aman

Bamsoet menambahkan, banyak peluang yang bisa didapatkan dari kemajuan teknologi informasi, termasuk NFT. Yang terpenting, kata Bamsoet, harus jeli memanfaatkan peluang tersebut. 

Dia mencontohkan dirinya yang akan mencoba menjual tiga video kecelakaan di Sirkuit Meikarta. Merubahnya dari tragedi menjadi berkah, yang bisa dimanfaatkan untuk membangun rumah ibadah. 

Bamsoet optimis dengan tingkat kreativitas yang tinggi, generasi muda pasti bisa menghasilkan sebuah karya hebat yang bisa dijual melalui NFT. 

Terlebih dengan adanya kemajuan teknologi informasi tersebut, target pasar yang bisa didapat tidak hanya dari dalam negeri saja. 

"Melainkan bisa diakses oleh berbagai orang dari seluruh penjuru negara dunia," pungkas Bamsoet.

Baca Juga: Kronologi Mobil Reli yang Dikendarai Bambang Soesatyo dan Sean Gelael Kecelakaan, Terbalik Dua Kali

 

Penulis : Hedi Basri Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU