> >

Kerap Disebut sebagai Gejala Covid-19 Varian Omicron, Sebetulnya Apa Itu Masuk Angin?

Kesehatan | 3 Februari 2022, 12:39 WIB
Ilustrasi orang yang sedang tidak enak badan atau masuk angin. (Sumber: Shutterstock)

SOLO, KOMPAS.TV - Seiring dengan munculnya virus Corona varian Omicron, semakin banyak informasi yang bertebaran di luar sana sehingga kerap memicu kebingungan masyarakat.

Misalnya, kabar burung terkait gejala Covid-19 varian Omicron, salah satunya yakni masalah kesehatan masuk angin.

Dugaan bahwa masuk angin dapat menjadi gejala seseorang terinfeksi varian Omicron tentu membuat masyarakat Indonesia banyak bertanya, karena kondisi tersebut sudah begitu umum terjadi di sini.

Maka dari itu, untuk lebih mengenal apa itu masuk angin dan perbandingan gejalanya dengan Covid-19 varian Omicron, simak penjelasan berikut.

Baca Juga: Ini Gejala Umum Pasien Covid-19 yang Terinfeksi Varian Omicron

Istilah medis masuk angin

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Didik Gunawan Tamtomo menjelaskan, masuk angin sebenarnya bukan sebuah istilah medis.

Menurut Didik, masuk angin itu lebih merujuk ke satu kondisi di mana tubuh menunjukan beberapa gejala awal dari suatu penyakit.

"Kalangan medis tidak menggunakan istilah masuk angin, karena tidak dapat menerima fenomena angin masuk ke dalam tubuh," terang Didit dikutip dari Kompas.com, Rabu (26/2/2020).

Daripada menggunakan istilah masuk angin, Didik mengungkapkan bahwa kalangan medis lebih suka menyebut kondisi itu sebagai tidak enak badan.

Baca Juga: Perhatikan Lagi, Ini Perbedaan Gejala Omicron dengan Flu Biasa

Gejala masuk angin

Banyak orang Indonesia merasa beberapa hal yang tidak mengenakan badan saat masuk angin, seperti meriang, lelah, kedinginan, keringat dingin, hilang nafsu makan, hingga pegal-pegal.

Selain itu, ada pula gejala lain yang dirasakan oleh orang yang sedang masuk angin, yakni perut kembung, linu, batuk, pilek, pusing, sakit kepala, dan mual ataupun muntah.

Namun, Didik menekankan lagi, deretan gejala masuk angin di atas sejatinya merupakan gejala-gejala penyakit lain yang berkaitan dengan pilek, flu, atau gangguan lambung.

"Gejala yang dikeluhkan saat masuk angin itu biasanya datang sebelum penyakit aslinya timbul," tegas Didik.

Masuk angin terkait sindrom dingin

Didik menerangkan, masuk angin yang sering diderita orang Indonesia, biasanya juga terjadi bersamaan dengan defisiensi energi atau bagian tubuh penderita menjadi panas.

Oleh sebab itu, kalangan medis pun mengaitkan masuk angin dengan common cold atau selesma.

"Common cold yang banyak dikeluhkan orang yang masuk angin di sini tidak disebabkan virus," papar Didik.

Adapun, beberapa penyebab umum masuk angin terdiri atas tubuh yang lelah karen kerja berlebihan, kurang asupan nutrisi, tak cukup tidur, dan daya tahan atau imun sedang melemah.

Maka dari itu, agar terhindar dari masuk angin, setiap orang sangat disarankan untuk menjaga daya tahan tubuh dan mengatur pola tidurnya.

Baca Juga: Kasusnya Terus Melonjak, Ini Gejala Khas Covid-19 Varian Omicron yang Wajid Publik Cermati

Bedanya gejala masuk angin dengan Covid-19 varian Omicron

Sebelumnya, pada Senin (24/1/2022), KOMPAS TV sempat membagikan informasi mengenai gejala klinis dari Covid-19 varian Omicron.

Menurut dokter spesialis paru konsultan dr. Erlina Burhan, gejala klinis yang khas dari pasien Covid-19 varian Omicron itu memang hampir mirip dengan sakit flu.

"Jadi, gejala klinis yang khas dari infeksi Omicron ini adalah hidung tersumbat atau rinore, batuk, nyeri tenggorok, terutama tenggorokan gatal," kata Erlina.

Di samping itu, pasien Covid-19 varian Omicron biasanya juga mengalami gejala ringan yang lain seperti mudah lelah, sakit kepala, dan nyeri otot.

Lebih lanjut, Erlina menambahkan, flu yang menyerang orang Indonesia itu biasanya berupa pilek disertai batuk.

Namun, Erlina menyarakan kepada petugas kesehatan supaya lebih memperhatikan gejala Covid-19 varian Omicron karena tetap berbeda dengan flu pada umumnya.

"Tolong dicermati ini, gejala yang khas (infeksi Omicron) memang sedikit mirip dengan flu. Tapi, flu itu jarang (menyebabkan) nyeri tenggorok dan tenggorokan gatal," jelasnya.

Jadi, dari penjelasan di atas, dapat diketahui bersama bahwa gejala Covid-19 varian Omicron itu tetap memiliki perbedaan dengan flu atau yang biasa dianggap masuk angin oleh orang Indonesia.

Penulis : Aryo Sumbogo Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas.com


TERBARU