> >

Kemenkes: Kasus Covid-19 Varian Omicron Terbanyak dari Pelaku Perjalanan Internasional

Kesehatan | 5 Januari 2022, 08:11 WIB
Calon penumpang berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Pengamat penerbangan meminta pemerintah menutup seluruh penerbangan internasional menuju Indonesia, untuk mencegah penyebaran Omicron. (Sumber: Antara)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan terdapat 254 kasus Covid-19 varian Omicron yang terkonfirmasi terdeteksi di Indonesia, hingga Selasa (4/1/2022).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan kasus ini paling banyak terkonfirmasi dari pelaku perjalanan internasional sebanyak 239 kasus.

Penyebaran infeksi Covid-19 varian Omicron ini diketahui juga sudah bertransmisi secara lokal, Kemenkes menyatakan terdapat 15 kasus yang terkonfirmasi.

"Mayoritas (penularan) masih didominasi dari pelaku perjalanan dari luar negeri," ujarnya.

Baca Juga: Kemenkes Ungkap Gejala Kasus Omicron yang Paling Banyak Menginfeksi di Indonesia

Siti melanjutkan mayoritas pasien Covid-19 yang terpapar varian Omicron memiliki gejala ringan seperti batuk dan pilek hingga tanpa gejala.

"Dari hasil pemantauan, sebagian besar kondisinya ringan dan tanpa gejala. Gejala paling banyak adalah batuk (49 persen) dan pilek (27 persen),” kata Nadia dalam keterangan tertulis melalui laman resmi Kemenkes RI, Selasa.

Sebelumnya diberitakan KOMPAS.TV, Indonesia mengumumkan kasus pertama penularan Covid-19 varian Omicron pada 16 Desember 2021 silam oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Hingga Senin (3/1), pemerintah telah mencatatkan 152 kasus Covid-19 akibat penularan varian baru ini. 

Baca Juga: Corona Omicron Meluas di 132 Negara

Budi mengatakan, dari 152 kasus Omicron, setengah dari pasien yang terpapar varian Omicron tidak memiliki gejala dan sisanya mengeluhkan gejala ringan.

"Mereka tidak butuh oksigen dan saturasinya masih diatas 95 persen. Sekitar 23 persen atau 34 orang sudah kembali ke rumah. Sampai sekarang tidak ada yang menbutuhkan perawatan serius di RS, cukup diberi obat dan vitamin," kata Budi dalam Kompas.com.

Penulis : Danang Suryo Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU