> >

Kemenkes Tambah 15 Lab Genom Sekuens Buat Cegah Penyebaran Varian Omicron

Kesehatan | 29 Desember 2021, 17:37 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin targetkan vaksinasi Covid-19 dosis kedua di Indonesia pada Desember 2021 bisa tembus hingga 60 persen sehingga bisa mencapai lebih dari target yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO). (Sumber: Tangkapan Layar Kompas TV/Nurul)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Kesehatan akan memperbanyak laboratorium yang menggunakan surveilans genomik (genomic surveillance) untuk mencegah meluasnya penyebaran varian baru Omicron di Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan saat ini hanya ada 12 laboratorium di seluruh Indonesia yang bisa menggunakan metode surveilans genomik.

Menurut Menkes per Desember 2021, 12 laboratorim yang menggunakan surveilans genomik telah memeriksa sebanyak 10.882 sekuens. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding bulan Desember 2021 yang hanya mencapai 140 sekuens.

Baca Juga: Belum Temukan Varian Omicron di Indonesia, Pemerintah Intensifkan Genome Sequencing

"Rencana tahun depan akan dobel kapasitas laboratorium genomik sekuens dengan 15 laboratorium baru," ujar Menkes dalam acara Taklimat Bidang PMK, Rabu (29/12/2021).

Lebih lanjut Menkes Budi menjelaskan lab genom sekuens akan ditempatkan di perguruan tinggi. Hal ini lantaran dalam pengoperasiannya tidak bisa orang sembarangan.

"Surveilans genomik ini memang agak sulit," ujar Budi Gunadi.

Menkes menambahkan per tanggal 29 Desmber 2021, terdapat 21 kasus baru varian Omicron yang terkonfirmasi dari hasil pemeriksaan surveilans genomik.

Baca Juga: Bertambah 21 Kasus, Total Pasien Varian Omicron di Indonesia Kini 68 Orang

Sebanyak 21 kasus varian Omicron tersebut merupakan pelaku perjalanan luar negeri. 

"Yang paling banyak Arab Saudi, Turki serta UEA," ujar Menkes.

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU