> >

M Kece Kritis hingga Habiskan 6 Kantong Darah, Pengacara: Ada Dampak Penganiayaan Irjen Napoleon

Hukum | 29 Desember 2021, 12:26 WIB
Tangkapan layar Muhammad kece melalui kanal Youtubenya. (Sumber: Youtube Muhammad Kece)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kondisi Muhammad Kece alias M Kace alias Kosman Kosasih Bin Suned, tersangka kasus penodaaan agama, dilaporkan kritis sejak Minggu (26/12/2021) malam.

Kini, ia menjalani perawatan di RSUD Ciamis setelah pingsan di dalam ruang sidang utama di Pengadilan Negeri (PN) Ciamis. Jawa Barat, pada Jumat (24/12/2021) kemarin.

Baca Juga: Pasien Omicron Transmisi Lokal Jalani Isolasi di RSPI Sulianti Saroso

Kuasa Hukum M Kece, Kamaruddin Simanjuntak, mengatakan mendapat keterangan dari dokter bahwa kliennya terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).

Muhammad Kece juga diduga mengalami infeksi jantung dan gula darah tinggi.

"Menurut dokter katanya DBD, karena trombositnya belum normal. Lalu kemungkinan ada infeksi jantung yang luka atau yang lain," kata Kamaruddin dikutip dari Wartakotalive.com pada Rabu (29/12/2021).

Menurut Kamaruddin, infeksi jantung yang dialami Muhammad Kece kemungkinan besar akibat penganiayaan yang pernah dialaminya saat mendekam di Rutan Mabes Polri.

Saat itu Muhammad Kece dikabarkan dianiaya oleh Irjen Napoleon Bonaparte dan mantan Panglima Laskar FPI Maman Suryaman, serta dua napi lainnya hingga babak belur.

Baca Juga: PP Muhammadiyah Dirikan Lembaga Pendidikan di Australia, Namanya Muhammadiyah Australia College

Tak hanya itu, seluruh tubuh Muhammad Kece dilumuri dengan kotoran manusia oleh Irjen Napoleon Bonaparte.

"Jadi dari efek penganiayaan dan pemukulan itu, selama ini M Kece tidak boleh berobat. Tidak pernah diobati dan dirawat setelah babak belur dianiaya," ujar Kamaruddin.

Kamaruddin menyebut, pihak yang menghalangi Muhammad Kece untuk berobat adalah penyidik. Menurutnya, penyidik selalu menolak permintaan pengobatan Muhammad Kece.

"Penyidik yang menghalangi berobat dulu, waktu habis di aniaya. Padahal sudah kaya mukulin hewan dikeroyok. Penyidik selalu menolak diobati, alasan kebencian," ujarnya.

Baca Juga: Ada Transmisi Lokal Omicron di Jakarta, Warga DKI Diminta Tidak Bikin Acara Malam Tahun Baru

Lebih lanjut, Kamaruddin mengungkapkan kondisi Muhammad Kece sempat membaik pada Senin (27/12/2021) pagi setelah menerima transfusi 2 kantong darah.

Namun, pada siang harinya kondisi kesehatan Muhammad Kece kembali kritis.

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Purwanto

Sumber : Wartakotalive.com


TERBARU