> >

Kasus Omicron Pertama di Indonesia, Kemenkes Duga WNI yang Tiba dari Nigeria

Update corona | 19 Desember 2021, 22:48 WIB
Calon penumpang berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Pengamat penerbangan meminta pemerintah menutup seluruh penerbangan internasional menuju Indonesia, untuk mencegah penyebaran Omicron. (Sumber: Antara)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menduga kasus penularan Covid-19 varian Omicron pertama di Indonesia berasal dari Warga Negara Indonesia (WNI) yang tiba dari Nigeria, Minggu (19/12/2021).

Sebelumnya diberitakan petugas kebersihan yang bekerja di RSDC Wisma Atlet Kemayoran terkonfirmasi terjangkit Covid-19 varian Omicron, Kamis (16/12/2021).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan petugas kebersihan itu tak pernah melakukan perjalanan ke luar negeri dan menyimpulkan tertular dari WNI yang datang dari luar negeri yang sedang karantina di Wisma Atlet.

Baca Juga: Gara-Gara Omicron, Belanda Terapkan Lockdown Hingga Tahun Depan

"Setelah merunut kasus WNI yang positif Covid-19 di Wisma Atlet pada 14 hari ke belakang, kemungkinan besar index case (kasus pertama) Omicron adalah WNI, dengan inisial TF, usia 21 tahun, yang tiba dari Nigeria pada tanggal 27 November 2021," tulis rilis dari Kemenkes, Minggu (19/12).

Pada 24 November hingga 3 Desember terdapat 169 WNI dari luar negeri yang melakukan karantina di Wisma Atlet. Setelah dilakukan tracing, terdapat satu orang yang berkemungkinan besar telah tertular Omicron.

Meski demikian hasil tes PCR untuk yang bersangkutan telah dinyatakan negatif.

Baca Juga: Tes PCR Standar Tak Mampu Deteksi Varian Omicron, Ini Langkah Pemerintah

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi mengatakan terdeteksinya kasus Omicron ini merupakan salah satu fungsi karantina bagi setiap orang yang masuk ke Indonesia.

“Penting bagi setiap pelaku perjalanan luar negeri yang masuk ke Indonesia untuk melakukan karantina. Terdeteksinya Omicron di Indonesia merupakan salah satu keberhasilan dari karantina dan kita bisa dengan segera melakukan tracing untuk mencegah meluasnya penularan Omicron,” jelas Nadia.

Penulis : Danang Suryo Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU