> >

Survei: Elektabilitas Partai Demokrat Melorot Seiring Meredanya Konflik

Peristiwa | 16 Desember 2021, 14:28 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama sejumlah kader. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Elektabilitas Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melorot dengan hasil 5,0 persen atau masuk ke papan tengah.

Hal itu berdasarkan survei yang dilakukan oleh Voxpopuli Research Center.

Penyebab menurunnya elektabilitas, justeru karena konflik perebutan di tubuh Partai Demokrat mereda.

"Konflik internal reda, Demokrat kembali ke papan tengah dalam peringkat elektabilitas partai politik," kata Direktur Komunikasi Voxpopuli Research Center Achmad Subadja dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (16/12/2021).

Survei Voxpopuli Research Center dilakukan pada 1 hingga 10 Desember 2021 yang menyasar 1.200 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Margin of error survei sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam survei terungkap, dukungan publik kepada Demokrat tidak lagi sebesar saat awal-awal konflik terjadi. Temuan survei Voxpopuli Research Center menunjukkan elektabilitas Demokrat melorot ke papan tengah atau sejajar dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang trennya stabil.

Baca Juga: Gugatan Yusril soal AD/ART Partai Demokrat Ditolak, Kubu Moeldoko Justru Bersyukur

Sebagaimana diketahui, perpecahan di tubuh Partai Demokrat semakin reda. Upaya kubu KLB Deli Serdang untuk mengambil alih kepemimpinan partai berkali-kali menemukan jalan buntu.

Menurut Achmad, besarnya dukungan publik muncul ketika terjadi upaya pengambilalihan Demokrat. Selama ini Demokrat memposisikan diri sebagai partai oposisi yang gencar melontarkan kritik terhadap pemerintahan Presiden Jokowi.

Sementara itu, partai-partai pendukung Jokowi masih tetap unggul. PDIP meraih peringkat pertama dengan elektabilitas 16,3 persen, Gerindra 12,7 persen, PKB 8,5 persen dan Golkar 8,0 persen.

Penulis : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV/ANTARA


TERBARU