> >

Munarman: Jika Benar Saya Siapkan Terorisme, Presiden hingga Panglima TNI Sudah Pindah ke Alam Lain

Hukum | 15 Desember 2021, 20:06 WIB
Mantan Sekjen Front Pembela Islam (FPI) Munarman di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019). (Sumber: Tribunnews.com/ Rizal Bomantama)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Munarman, terdakwa kasus dugaan tindak pidana terorisme, membacakan eksepsi atau nota keberatan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada Rabu (15/12/2021).

Hadir langsung di ruang sidang utama, bekas Sekretaris Front Pembela Islam (FPI) itu membacakan eksepsinya yang mengaitkan tuduhan terhadap dirinya atas Aksi 212 pada 2 Desember 2016.

Baca Juga: Bacakan 60 Lembar Nota Pembelaan, Munarman Singgung Fitnah Terorisme dan Dakwaan Jaksa Tak Cermat

Diketahui, pada aksi 212 yang digelar 2 Desember lima tahun silam di Monumen Nasional (Monas) itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyempatkan diri untuk hadir.

Saat itu, Jokowi hadir bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Panglima TNI Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo hingga Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Mulai dari Presiden, Wakil Presiden, Menkopolhukam, Panglima TNI, Kapolri, Pangdam (Jaya), Kapolda dan beberapa menteri lainnya, bahkan Kepala BNPT yang saat ini juga hadir," kata Munarman membacakan eksepsinya yang dikutip dari Kompas.com pada Rabu (15/12/2021).

Baca Juga: Sidang Hari Ini, Munarman Akan Bacakan Nota Pembelaan Sangkaan Kasus Terorisme

Jika tuduhan yang disematkan terhadap Munarman benar untuk mempersiapkan terorisme, yaitu berupa menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas, atau untuk menimbulkan korban yang bersifat massal, melalui tindakan kekerasan, pembunuhan atau penghilangan nyawa, perampasan kemerdekaan, pengeboman atau perusakan fasilitas publik lainnya, dapat dipastikan bahwa seluruh pejabat tinggi yang hadir saat itu sudah tiada.

"Maka sudah dapat dipastikan bahwa seluruh pejabat tinggi yang hadir di Monas tanggal 2 Desember 2016 tersebut sudah pindah ke alam lain," ujar Munarman.

Sebab, kata Munarman, Aksi 212 pada 2016 yang dihadiri para pejabat tinggi itu adalah kesempatan emas bagi orang yang otaknya teroris dan keji.

"Namun, faktanya, para pejabat tinggi negara aman dan baik-baik saja. Bahkan bisa menjabat terus hingga saat ini," kata Munarman.

Baca Juga: Munarman Bantah Terlibat Terorisme, Layangkan Eksepsi Hingga Bilang Dakwaan JPU Tidak Tepat

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas.com


TERBARU