> >

Varian Omicron Kian Meluas, Ini Cara Pantau Penyebarannya di Dunia

Kesehatan | 9 Desember 2021, 10:33 WIB
Ilustrasi virus corona. (Sumber: Getty Images/loops7)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Virus corona varian Omicron telah ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai varian of concern (VoC) atau jenis yang mengkhawatirkan.

Menurut Kepala Penyakit Baru dan Zoonosis dari Health Emergency Program WHO Dr Maria Van Kerkhove, varian yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan itu dapat bertransmisi dengan cepat.

Dengan demikian, varian Omicron pun memiliki potensi menyebarkan kasus Covid-19 secara tak terkendali ke seluruh penjuru dunia.

Meskipun, hingga saat ini belum bisa dipastikan apakah kasus Covid-19 akibat infeksi varian Omicron itu lebih berbahaya dibanding varian Delta yang masih mendominasi.

Baca Juga: Laporan Terbaru WHO: Covid-19 Omicron Sudah Menyebar di 57 Negara

Maria hanya bisa mengatakan, WHO baru menerima laporan orang yang terinfeksi varian Omicron mengalami gejala yang beragam, ada yang sedang hingga berat.

"Seperti kasus infeksi virus corona varian lainnya, kebanyakan orang memang akan menunjukkan gejala ringan pada awal infeksi dan ada yang tidak bergejala," jelas Maria dikutip dari tayangan di kanal Youtube WHO, Jumat (3/12/2021) kemarin.

"Namun, gejala ringan yang muncul bisa berhenti dan sembuh, bisa juga menjadi parah dalam beberapa waktu setelahnya," lanjutnya.

Oleh sebab itu, demi mengantisipasi ledakan kasus Covid-19 varian Omicron, perlu adanya partisipasi langsung dari masyarakat dunia dalam memantau penyebarannya.

Baca Juga: CDC: Varian Omicron yang Ditemukan Sejauh Ini Bergejala Ringan

Cara memantau penyebaran varian Omicron di dunia

Untuk memantau berbagai varian virus corona, termasuk Omicron, dapat melalui laman GISAID,  yakni sebuah platform yang diluncurkan oleh World Health Assembly pada Mei 2008.

Adapun untuk melihat temuan kasus Covid-19 varian Omicron yang sudah dilaporkan oleh sejumlah negara dapat dilakuakn dengan cara berikut.

  1. Buka laman https://www.gisaid.org/hcov19-variants/
  2. Di sebelah kiri pilih opsi VOC Omicron GR/484A (B.1.1.529)
  3. Setelah itu akan muncul grafik negara yang sudah melaporkan varian Omicron
  4. Pada tabel Country Submission Count terdapat nama negara dan jumlah kasus dengan varian Omicron.

Baca Juga: Pfizer dan BioNTech Klaim Suntikan Booster Buatan Mereka Efektif Lawan Omicron

Mengenal GISAID

Melansir laman resminya, GISAID adalah media alternatif yang awalnya digunakan para ilmuwan untuk meningkatkan pembagian data influenza.

Penggunaan GISAID untuk memantau perkembangan kasus Covid-19 pun telah begitu banyak membantu banyak pihak terutama para ahli.

Misalnya, Kepala Lembaga Eijkman Amin Soebandrio yang mengatakan, GISAID banyak membantu upaya pemantaun berbagai varian virus corona saat ini.

"Saat ini yang user friendly dan banyak dipakai/dirujuk adalah GISAID," ungkap Amin dikutip dari Kompas.com, Rabu (8/12/2021).

Sementara itu, menurut epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman, GISAID sering dijadikan rujukan untuk akademisi, media, maupun masyarakat.

"Memang (informasi seputar perkembangan Covid-19) yang tersedia secara global, GISAID. Itu untuk akses online dan bisa diakses publik," papar Dicky.

Penulis : Aryo Sumbogo Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU