> >

Pengungsi Erupsi Gunung Semeru Meningkat, Petugas Tambah Tenda di Posko Sumber Wuluh

Peristiwa | 8 Desember 2021, 08:01 WIB
Jurnalis Kompas TV Via Irmar melaporkan dari Posko Lapangan Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur. Saat ini lebih dari 60 pengungsi berada di posko tersebut, yang sebagian besar merupakan lansia, perempuan dan anak-anak. (Sumber: tangkap layar Kompas TV)

LUMAJANG, KOMPAS.TV – Pengungsi korban letusan Gunung Semeru yang berada di Lapangan Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur bertambah.

Hal ini membuat petugas harus menambah tenda. Jika sebelumnya hanya terdapat satu tenda di posko ini, kini ditambah dua tenda lagi, sehingga total tenda menjadi tiga buah.

“Sebelumnya tenda pengungsi kosong, karena pengungsi yang semula berada disini sudah dipindahkan. Namun tadi malam tenda sudah dihuni oleh pengungsi yang dievakuasi dari beberapa dusun yang ada di Desa Sumber Wuluh, karena dusun-dusun tersebut kembali dilanda banjir lahar dari Gunung Semeru. Saat ini ada lebih dari 60 pengungsi di posko ini,” ujar jurnalis Kompas TV Via Irmar dalam program Breaking News Kompas TV, Rabu (8/12/2021) pagi.

Baca Juga: Ada 4.000 Lebih Warga Terdampak Erupsi Semeru Mengungsi

Mayoritas pengungsi merupakan lansia, perempuan dan anak-anak. Saat ini mereka sudah mendapatkan bantuan berupa selimut, pakaian layak pakai, matras dan air mineral.

Banjir lahar yang kembali melanda beberapa dusun di Desa Sumber Wuluh akhirnya membuat masyarakat harus menempati tenda pengungsian ini.

Menurut Lasimin, yang merupakan pengungsi yang berasal dari Dusun Kampung Renteng, Desa Sumber Wuluh, banyak warga desanya menjadi korban karena jarak pandang yang terbatas.

Ketika terjadi letusan gunung, warga tidak bisa memandang jauh, sehingga tidak menyadari ada bahaya yang mengintai.

Lasimin menyadari situasi yang berbahaya, kemudian menyelamatkan diri dengan sepeda bersama istrinya ke rumah keluarga yang tinggal di tempat yang lebih tinggi, yaitu Kebon Agung.

Sedangkan anak-anaknya sudah diungsikan ke rumah kerabat yang lebih jauh lagi.

Baca Juga: Komandan Posko: Lereng Semeru Masih Perlu Diwaspadai

Namun karena saat ini situasi di Kebon Agung pun sudah terancam, Lasimin pun berlindung di tenda pengungsian.

“Saat ini di tenda pengungsian kami membutuhkan pakaian dan alat tidur sementara,” ujarnya kepada jurnalis Kompas TV Via Irmar di lokasi pengungsian.

Seperti diberitakan sebelumnya, erupsi Gunung Semeru terjadi pada Sabtu (4/12) petang akhir pekan lalu. Pasca-erupsi, lebih dari 900 personel gabungan terlibat dalam operasi penanganan darurat di bawah kendali pos komando.

Hingga artikel ini ditayangkan, lebih dari 25 warga meninggal dunia dalam peristiwa erupsi Gunung Semeru.
 

Penulis : Tussie Ayu Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU