> >

Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Wilayah Indonesia hingga 9 Desember 2021

Peristiwa | 3 Desember 2021, 16:14 WIB
Ilustrasi kapal nelayan saat menerjang gelombang tinggi di perairan Indonesia. (Sumber: Tribunnews)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini potensi cuaca ekstrem di sebagian wilayah Indonesia hingga 9 Desember 2021.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, berdasarkan hasil analisis terkini dalam sepekan ke depan diprakirakan terjadi peningkatan dinamika atmosfer yang dapat meningkatkan potensi kejadian cuaca ekstrem di bagian wilayah Indonesia.

"Sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki periode musim hujan. Dengan indikasi aktifnya fenomena La Nina pada periode musim hujan ini, maka kewaspadaan terhadap potensi peningkatan curah hujan di atas normal harus lebih ditingkatkan," kata Dwikorita dalam keterangan tertulisnya dikutip dari Antara, Jumat (3/12/2021).

Baca Juga: Waspada Potensi Tsunami 8 Meter, BMKG Minta Warga Jangan Cemas Berlebihan!

Dwikorita memaparkan bahwa menjauhnya sistem Siklon Nyatoh dan bibit siklon 94W dari wilayah Indonesia membuka peluang terjadinya peningkatan dinamika atmosfer lain. Yaitu meningkatnya aliran massa udara yang cukup intens dari wilayah Laut China Selatan ke arah selatan memasuki wilayah atmosfer Indonesia.

Kondisi tersebut, kata dia, dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan yang dapat menimbulkan curah hujan tinggi di wilayah Indonesia.

Oleh karena itu, Dwikorita mengimbau masyarakat waspada bencana hidrometeorologi yang dapat menyertainya. Mulai dari banjir, tanah longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung, dan sebagainya.

Meski tidak berdampak signifikan terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia, lanjut Dwikorita, tapi Siklon Tropis Nyatoh dan bibit Siklon 94W bisa menimbulkan gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Indonesia.

Menurut dia, saat ini Siklon Tropis Nyatoh masih berada di wilayah Samudera Pasifik Barat sebelah timur Filipina. 

Siklon itu bergerak ke arah utara-barat laut dan intensitasnya masih menguat hingga 24 jam ke depan. Sedangkan bibit Siklon 94W yang berada di sekitar Teluk Benggala dalam periode 24 jam ke depan diprakirakan masih bergerak ke arah barat laut.

"Sistem Siklon Nyatoh dan Bibit 94W ini posisinya semakin menjauhi wilayah Indonesia, sehingga dampak terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia menjadi tidak signifikan. Meskipun begitu, dampak terhadap potensi gelombang dengan tinggi 2,5 sampai empat meter masih perlu diwaspadai di beberapa wilayah perairan," kata Dwikorita.

Baca Juga: Akibat Cuaca Buruk, Harga Cabai di Pasar Tradisional Melambung

Siklon dan bibit siklon itu berpotensi menimbulkan gelombang dengan tinggi hingga empat meter di perairan utara Kepulauan Anambas, perairan barat Kepulauan Natuna, perairan Kepulauan Subi Serasan, perairan utara Kepulauan Sangihe, perairan utara Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian utara, perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, serta Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua.

Selain itu, siklon dan bibit siklon berpotensi menimbulkan gelombang dengan tinggi empat sampai enam meter di wilayah perairan Laut Natuna Utara dan perairan utara Natuna.

Baca Juga: Soal Potensi Tsunami 8 Meter di Cilegon, Begini Penjelasan BMKG

Penulis : Hedi Basri Editor : Fadhilah

Sumber : Antara


TERBARU