> >

Mengenang Jenderal M. Jusuf, Panglima TNI Populer di Mata Rakyat Dicintai Prajurit

Sosok | 11 November 2021, 12:45 WIB
Jenderal M Jusuf dalam sebuah pertemuan dengan Presiden Soeharto (Sumber:Kompaspedia.id-)


JAKARTA, KOMPAS.TV- Indonesia pernah memiliki salah satu panglima TNI yang banyak dikenang oleh masyarakat selain oleh para prajurit, yaitu Jenderal Muhammad Jusuf atau sering disebut M.Jusuf saja. Jenderal yang menjabat sebagai panglima ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) sejak 1978 itu, sekaligus juga mengemban amanah sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan. Karena itu sering disebut Menhankam/Pangab.

Penunjukkan Jenderal Jusuf sebagai panglima juga terbilang unik. Sebab, selama 14 tahun sebelumnya, karir Jusuf justeru bukan di militer tapi sebagai Menteri Perindustrian. Dia mungkin sosok panglima yang pernah "keluar jalur".

Ketika masih menjabat, sosok kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, 23 Juni 1928 itu, banyak dikenal masyarakat. Salah satu kebiasaannya adalah mendatangi barak prajurit dan bertanya ihwal kesejahteraan mereka. Jenderal Jusuf akan masuk ke barak bertemu dengan isteri dan anak-anak prajurit. Setiap kebutuhan prajurit akan ditanya dan dicari jalan keluarnya.

Tentu saja kala itu belum ada media sosial, sehingga sulit untuk mengatakan itu sebagai aksi pencitraan atau meningkatkan popularitas. Jenderal Jusuf juga tak pernah main golf seperti layaknya pejabat. 

Baca Juga: KSAL Laksamana Yudo Margono Puji Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Penghujung Kariernya

Begitu populernya Jenderal Jusuf, hingga tersiar kabar hal itu membuat Presiden Soeharto cemburu. Prof Salim Haji Said, Ph dalam bukunya yang berjudul "Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otoriter Soeharto"  diceritakan bahwa dalam satu kesempatan dia diundang rapat ke kediaman Presiden Soeharto di Jalan Cendana.


Di rumah Soeharto sudah ada  Mendagri Jenderal Amir Mahmud. Amir Machmud yang pertama bicara, bahwa dengan semakin populernya Jenderal Jusuf selaku Menhankam/Pangab, maka diduga ada 'ambisi-ambisi tertentu Jenderal Jusuf yang perlu ditanyakan kepada yang bersangkutan.

Mendengar penuturan tersebut, Jenderal Jusuf pun naik pitam.  “Tiba-tiba, Jenderal Jusuf mengebrak meja dengan tangannya. Dengan suara keras, dia berkata; Bohong! Itu tidak benar semua. Saya ini diminta untuk menjadi Menhankam/Pangab karena perintah Bapak Presiden." 

Rapat pun bubar dalam hitungan menit saja. 

Baca Juga: Sempat Viral Pakai Masker Mahal, Ini Sosok Istri Calon Panglima TNI Andika Perkasa

Namun selanjutnya, karir Jenderal Jusuf pun di parkir sebagai Kepala BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) yang tentu saja tidak lagi bersentuhan dengan prajurit.

Jenderal Jusuf akhirnya pensiun dan pulang kampung ke Makassar sambil mengabdikan diri di bidang sosial dan keagamaan, hingga maut menjemputnya pada 8 September 2004. Kala itu, Markas Besar TNI memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di seluruh markas TNI.


 

Penulis : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU