> >

Peran Hebat Santri dalam Kemerdekaan Indonesia, Heroik Lawan Penjajah Demi Tanah Air

Peristiwa | 22 Oktober 2021, 14:28 WIB
Ilustrasi: Peran santri dalam kemerdekaan Indonesia (Sumber: nu.or.id)

Peristiwa heroik tersebut merujuk pada pertempuran antara Arek-Arek Suroboyo melawan pasukan Netherlands-Indies Civil Administration/NICA.

Namun, tidak banyak yang tahu bahwa semangat juang dan patriotisme arek-arek Suroboyo tersebut lahir dari semangat jihad yang digelorakan oleh kaum santri melalui 'Resolusi Jihad'.

Resolusi Jihad, Peristiwa Penting Hari Santri

Perumusan fatwa 'Resolusi Jihad' sendiri dipimpin langsung oleh KH Hasyim Asy'ari tepat pada 22 Oktober 1945 lalu.

Fatwa yang ditetapkan pada 22 Oktober 1945 itu berisi kewajiban berjihad untuk mempertahankan Kemerdekaan Indonesia dengan melawan pasukan kolonial yang masih ada di Indonesia.

Hingga akhirnya mencapai puncak perlawanan pada 10 November 1945, yang juga dikenal sebagai cikal bakal peringatan Hari Pahlawan.

Resolusi jihad disepakati, namun sengaja tidak disiarkan melalui radio atau surat kabar atas dasar pertimbangan politik. Keputusan hanya disebarkan melalui mesjid, musala, bahkan dari mulut ke mulut.

Kendati begitu, resolusi baru disampaikan pemerintah melalui surat kabar Kedaulatan Rakyat pada 26 Oktober 1945.

Dipimpin KH Hasyim Asy'ari, perumusan resolusi jihad juga diikuti oleh para ulama se-Jawa dan Madura di Kantor Pengurus Besar NU di Bubutan, Surabaya, pada 21-22 Oktober 1945.

Adapun peristiwa yang mendasari Resolusi Jihad adalah karena pihak Belanda yang masih berusaha memprovokasi bangsa Indonesia.

Fatwa resolusi jihad tersebut menjadi dasar penetapan Hari Santri. Hari Santri ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 tahun 2015. Keppres ini ditandatangani pada 15 Oktober 2015.

Sejak saat itu, Hari Santri rutin diperingati tiap 22 Oktober. Pada tahun ini, Kementerian Agama menetapkan tema Hari Santri 2021 yakni Santri Siaga Jiwa Raga.

Menurut Menteri Agama Yaqut Cholil Choumas, Santri Siaga Jiwa Raga memiliki makna sebagai pernyataan sikap santri untuk selalu siap menyerahkan jiwa dan raga untuk membela Tanah Air.

Baca Juga: Hari Santri Nasional, Menag Sebut Pesantren Dapat Kado Indah dari Jokowi tentang Dana Abadi

“Ini sebagai bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela Tanah Air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia," kata Menag Yaqut dikutip dalam laman resmi Kemenag, Jumat (22/10/2021).

Penulis : Nurul Fitriana Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV/Kemenag


TERBARU