> >

Stafsus Erick Thohir Jawab Penilaian Faisal Basri soal Kereta Cepat Tidak Balik Modal sampai Kiamat

Politik | 14 Oktober 2021, 21:55 WIB
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebut bahwa penilaian ekonom Faisal Basri yang menyebut bahwa kereta cepat Jakarta-Bandung tak akan balik modal sampai kiamat, subjektif dan tidak dibekali dengan analisis. (Sumber: KompasTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Penilaian ekonom Faisal Basri yang menyebut bahwa kereta cepat Jakarta-Bandung tak akan balik modal bahkan hingga kiamat, menuai sanggahan. Staf khusus Menteri BUMN bidang komunikasi Arya Sinulingga menyebut bahwa penilaian Faisal Basri subjektif dan tidak dibekali dengan analisis. 

Menurut Arya, pernyataan Faisal Basri yang menyebut bahwa kereta cepat Jakarta-Bandung tidak akan balik modal sangat konyol. Sebab, tidak mungkin investor masuk menanamkan modal jika kondisinya bakal rugi terus.

"Faisal Basri itu salah total mengatakan bahwa sampai kapan pun pasti rugi, ya mana ada investor mau masuk dengan kondisi pasti rugi. Itu kan konyol," ujar Arya, Kamis (14/10/2021).

Baca Juga: Lika-Liku Kereta Cepat Jakarta-Bandung: dari Kebun Teh Mandalawangi Jadi Beban APBN

Arya menjelaskan, hampir semua proyek investasi di moda transportasi massal, seperti kereta api, MRT hingga kereta cepat Jakarta-Bandung memiliki target jangka panjang, bukan jangka pendek.

Menurut Arya, saat ini Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tengah melakukan audit terkait pembengkakan biaya pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. 

Baca Juga: Polemik Kereta Cepat Jakarta-Bandung, KSP Sebut Tak Ingin Ulangi Proyek Besar Jadi Mangkrak

Namun jika dihitung secara konservatif, balik modal atau ekuitas dari proyek tersebut akan kembali selama 40 tahun ke depan.

"Jadi kalo dikatakan sampai kapanpun akan rugi, itu konyol. Itu Faisal Basri sangat-sangat konyol," ujarnya.

Lebih jauh Arya menilai pernyataan Faisal Basri soal sampai kiamat proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tidak balik modal dapat menjadi informasi bohong alias hoax di tengah masyarakat.

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU