> >

RI Digugat Uni Eropa ke WTO, Jokowi: Jangan Mundur, Siapkan Lawyer-Lawyer Berkelas Internasional

Peristiwa | 13 Oktober 2021, 18:50 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakin, 2-3 tahun ke depan industri mobil listrik banyak bermunculan di Tanah Air. (Sumber: YouTube Sekretariat Presiden)

Menurut Jokowi, lebih baik bijih nikel itu diolah menjadi katoda baterai stainless steel atau litium baterai untuk selanjutnya diintegrasikan dengan industri otomotif.

Dengan diolah terlebih dahulu, pemanfaatan itu membuka kesempatan Indonesia untuk mengembangkan industri mobil listrik, sehingga menyumbangkan pendapatan dalam negeri.

Baca Juga: Kapolresta Tangerang akan Tindak Tegas Anggotanya Jika Lakukan Kekerasan

Ia pun berjanji bakal memaksa BUMN, swasta hingga investor untuk mendirikan industrinya di dalam negeri.

"Ini kesempatan kita bisa mengintegrasikan industri-industri besar yang ada di dalam negeri," ucap Jokowi.

"Jangan kehilangan kesempatan lagi kita, jangan ekspor lagi yang namanya nikel dalam bentuk raw material, bahan mentah. Saya sudah sampaikan, stop ekspor bahan mentah."

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan, ke depan, kebijakan serupa juga akan diterapkan pada komoditas lainnya seperti bauksit atau bijih aluminium hingga sawit.

Baca Juga: Pemerintah Dorong Penghentian Ekspor Bahan Mentah Nikel

Seperti diketahui, hubungan perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa semakin memanas usai kebijakan pemerintah mengenai larangan ekspor bijih nikel digugat UE ke WTO.

Pada 22 Februari 2021 untuk kedua kalinya UE meminta pembentukan panel sengketa DS 592-Measures Relating to Raw Materials pada pertemuan reguler Badan Penyelesaian Sengketa (Dispute Settlement Body-WTO).

Kala itu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, pemerintah siap memperjuangkan dan melakukan upaya pembelaan terhadap gugatan Uni Eropa.

Baca Juga: 5 Lokasi Penghasil Nikel di Indonesia, Prospek Cuan untuk Pasokan Baterai Mobil Listrik Dunia

"Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan berkeyakinan, kebijakan dan langkah yang ditempuh Indonesia saat ini telah konsisten dengan prinsip dan aturan WTO," ujar Lutfi.

 

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas.com


TERBARU