> >

Jaksa Ditangkap di Mojokerto, Kejagung: Diduga Lakukan Penyalahgunaan Wewenang

Peristiwa | 13 Oktober 2021, 05:37 WIB
Ilustrasi penangkapan. Seorang jaksa yang bertugas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto, Jawa Timur ditangkap tim internal Kejaksaan Agung. (Sumber: Think Stock via Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV— Seorang jaksa di Mojokerto, Jawa Timur dikabarkan ditangkap tim dari Kejaksaan Agung (Kejagung), Selasa (12/10/2021). Saat ini jaksa tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif oleh tim dari internal Kejagung.

Terkait penangkapan seorang jaksa dibenarkan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa malam, Leonard menjelaskan Tim Satuan Tugas 53 (Satgas 53) Kejaksaan Agung mengamankan seorang pejabat struktural pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto terkait adanya laporan pengaduan masyarakat atas dugaan penyalahgunaan wewenang.

Baca Juga: ICW Desak Jaksa KPK Hadirkan Lili Pintauli di Persidangan M Syahrial

"Pengamanan dilakukan sebagai respons cepat atas laporan masyarakat. Saat ini yang bersangkutan masih dilakukan pemeriksaan di bidang pengawasan Kejaksaan Agung," jelas Leonard.

Belum ada keterangan resmi lanjutan terkait penangkapan jaksa tersebut. Namun, informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan jaksa yang ditangkap itu diduga merupakan salah satu kepala seksi (kasi) di Kejari Mojokerto. 

Jaksa berinsial I ini diketahui juga belum genap satu tahun menjabat sebagai salah satu kasi di Kejari Mojokerto. Jaksa ini ditangkap tim tim Satgas 53 Kejagung di kantornya Jalan Ra Basuni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Senin (11/10) siang lalu. 

Baca Juga: Istana Minta MA dan Kejaksaan Agung Secepatnya Bebaskan Saiful Mahdi

Penangkapan terhadap jaksa ini terkait dugaan aksi pemerasan yang dilakukannya terhadap sejumlah pejabat Pemkab Mojokerto.

Sebelumnya, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin beberapa waktu lalu sempat menyinggung bahwa pengawasan di internal Korps Adhyaksa adalah elemen vital sebagal sistem peringatan dini dalam melihat potensi pelanggaran. 

Penulis : Gading-Persada

Sumber : Antara


TERBARU